Cerita Warga Desa, Pakai Masker Dianggap Hanya Gaya-gayaan

    Marzuki
    Advertisement

    Pamekasan, (Media Madura) – Ada cerita menarik dari warga asal Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Marzuki saat awal masuknya wabah Covid-19 di Indonesia.

    Sejak awal, dirinya mematuhi protokol kesehatan (prokes) sesuai himbauan world healht organization (WHO) untuk selalu menggunakan masker setiap aktifitasnya guna mencegah penularan Covid-19. Apalagi, dirinya memang bekerja di wilayah kota yang setiap harinya berinteraksi dengan banyak orang.

    Kepatuhan terhadap prokes itu ternyata membuatnya harus benar-benar kuat menghadapi guyonan atau bahkan ejekan warga. Sebab, menggunakan masker dianggap sekadar bergaya tanpa manfaat apa-apa untuk kesehatan diri kita dan orang lain.

    “Saya kalau pakai masker itu terkadang ditertawain, jadi membuat saya awalnya merasa malu pakai masker,” tutur dia, Senin (30/11/2020).

    Karena malu itulah, ia hanya menggantungkan masker ke lehernya ketika berangkat kerja dari rumah setiap pagi. Namun, saat sampai di jalan raya masker tersebut dipasang sesuai petunjuk tenaga medis. Tujuannya tidak ada maksud lain kecuali untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga di rumah.

    Memang, cerita dia, awal masuknya wabah corona ke Indonesia banyak orang yang tidak percaya, corona dianggap wabah biasa yang tidak membahayakan terhadap kesehatan. Bahkan, ada yang menganggap sebatas halusinasi.

    “Sehingga tak heran jika masyarakat menganggap memakai masker itu tidak ada gunanya. Hanya gaya-gayaan lantaran tidak tahunya mereka terhadap bahaya wabah Covid-19,” terang dia.

    Seiring berjalannya waktu, masyarakat di desanya mulai terbiasa melihat orang-orang memakai masker. Banyaknya orang memakai masker itu membuat masyarakat sadar akan pentingnya melindungi diri dan keluarga dari wabah tersebut.

    Kesadaran tersebut semakin tinggi ketika ada salah satu warga di desa tersebut dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kemudian sosialisasi pemerintah dari tingkat pusat hingga pemerintah desa semakin genjar dilakukan untuk memutus penyebaran wabah asal Cina tersebut.

    “Jadi, kalau sekarang itu sudah biasa memakai masker, masyarakat sudah sadar manfaat menggunakan masker,” lanjut pria berusia 32 tahun tersebut.

    Tidak hanya memakai masker, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan juga tinggi. Hal itu tentu tidak lepas dari peran pemerintah memberikan penyadaran kepada masyarakat.

    Dia pun berharap, masyarakat senantiasa menjaga kesehatan dengan mematuhi prokes Covid-19. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

    Reporter: Atik
    Editor: Arif

    Tinggalkan Balasan

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.