Ikhtiar Menjaga Minat Baca Warga Pamekasan di Tengah Pandemi

Pemustaka saat membaca buku di Perpusda Pamekasan / IG @perpusippamekasan - Ist

Pamekasan, (Media Madura) – Dalam rangka menjaga minat baca warga Pamekasan di tengah pandemi covid 19, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat terus melakukan sejumlah ikhtiar berupa terobosan program.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Pamekasan Prama Jaya mengungkapkan, ikhtiar terus dilakukan oleh pihaknya disesuaikan dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi di tengah pandemi.

“Covid-19 ini tentu sangat berdampak besar terhadap kita semua, tanpa terkecuali terhadap minat baca. Maka kita melakukan sejumlah terobosan disesuikan dengan situasi pandemi ini untuk tetap menjaga minat baca, baik mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum. Kita jadikan tantangan sebagai sebuah peluang untuk terus berinovasi,” katanya melalui sambungan telepon. Jumat (06/11/2020) siang.

Dikatakan, sebagai perpusatakaan terbesar dengan koleksi buku terlengkap yakni sebanyak 45 ribu eksemplar di Madura, jumlah pengunjung sebelum pandemi sangatlah tinggi yakni mencapai angka 200 orang per hari, tetapi pada awal pandemi bahkan perpustaan terpaksa harus ditutup.

“Karena itulah kita berupaya agar para pustakawan kita dan masyarakat Pamekasan pada umumnya tetap bisa mengakses buku yang diperlukan untuk menjadi bahan bacaan. Khususnya pada saat diterapkan kebijakan untuk di rumah saja,” katanya.

Mantan Plt Kadisdik Pamekasan ini juga menguraikan, terobosan yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi dan internet agar peminjaman buku bisa dilakukan secara online.

“Bahkan kedepan kita akan terus kembangkan agar sistem peminjaman buku secara online ini semakin bagus dan tidak hanya itu, bukunya juga akan kita digitalisasi,” paparnya.

Secara teknis pelaksanaan terobosan tersebut dijelaskan oleh Kabid Pelayanan Perpustakaan Sri Puji Harijani. Diuraikan bahwa sistem peminjaman buku secara online tersebut yakni para peminjam buka tidak harus datang ke Perpusda, tetapi buku akan diantarkan ke rumah sesuai dengan buku yang dipesan.

“Pemustaka yang akan meminjam buku memilih di katalog online kami. Nanti buku yang akan dipinjam dicatat nomornya dan diantarkan ke pemesan buku itu, ini khusus untuk siswa tingkat SD,” katanya kepada media ini.

Syarat untuk meminjam buku, kata dia, harus menjadi anggota Perpusada, dan selama pandemi juga dibuka pendaftaran anggota yang dilakukan secara online.

“Cukup mengirimkan foto, foto copy KTP dan foto diri, dikirim lewat nomor call center yang telah kami tunjuk. Dan kami sediakan link. Nanti kartu bisa diambil di loket. Tanpa ngantri. Kalau sudah siap kita hubungi,” katanya.

Untuk pengembalian buku, kata Puji, diperlakukan secara khusus, setelah dikembalikan oleh pemustaka, maka buku diisolasi selama 3 hari dan disemprot dengan cairan disinfektan.”Baru setelah itu kita taruh kembali di rak untuk kita pinjamkan kembali,” paparnya.

Dikatakan, untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjawab kebutuhan pemustaka, setiap tahun pihaknya menambah jumlah koleksi bukunya. Rata-rata setiap tahun qda tambah sekitar 1000 buku.

“Untuk tahun depan kita 80% pengadaan buku digital. E-book. Karena kita secara pelan-pelan akan membuat layanan secara digital. Kita akan sediakan peminjaman buku digital,” tegasnya.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android yakni GoBook. Aplikasi ini sedang dikembangkan oleh timnya.”Tahun depan sekitar bulan Januari dan Fabruari kita uji coba dulu,” pungkasnya.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.