Pedagang Pasar di Pamekasan Banyak Tak Pakai Masker, Satpol PP Meradang

Petugas Satpol PP Pamekasan saat mendatangi Pasar di Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan / Satpo PP - Ist

Pamekasan, (Media Madura) – Banyaknya pedagang pasar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang sudah mulai tidak disiplin dalam menerapkan protokol covid-19, membuat Satpol PP setempat meradang.

Salah satu pedangang di Pasar 17 Agustus, Kecamatan Kota Pamekasan yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak pakai masker karena lupa saat hendak berangkat ke pasar.

“Corona terus nak, saya sehat. Masker tadi lupa dibawa,” katanya saat ditemui media ini. Selasa (27/10/2020) pagi.

Berdasarkan pantauan di lokasi memang sudah banyak pedagang dan pengunjung yang tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak dalam aktivitas perniagaannya.

Tidak hanya di pasar ini, bahkan di sejumlah pasar lainnya, hal yang sama juga terjadi. Termasuk di sejumlah pasar tumpah seperti Pasar Gadin, Jalan Kabupaten dan pasar tumpah di Asem Manis, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan Kusairi, melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Yusuf Wibisono mengatakan, pihaknya terus melakukan penegakan disiplin terhadap masyarakat yang tidak mematuhi protokol covid-19, termasuk pedagang pasar di wilayah itu.

“Secara rutin kami terus turun dan mendatangi pasar untuk memastikan seluruh pedagang mematuhi protokol kesehatan. Saat kami turun, mereka mengenakan masker dan menjaga jarak,” katanya melalui sambungan telepon. Selasa (27/10/2020) pagi.

Tetapi, kata dia, memang masih ada pedagang yang tidak patuh. Tetapi pihaknya terus memberikan penyadaran, baik teguran, sanksi dan berbagai tindakan lainnya.

Dicontohkan, di pasar yang terletak di Asem Manis, selain secara rutin setiap pagi anggotanya mendatangi lokasi, pihaknya juga telah berkordinasi dengan pemerintah Kecamatan Pademawu agar ikut memberikan penyadaran.

Dikatakan, konsentrasi penegak Perda sebagai bagian dari Satgas Covid-19, dalam dua hari kedepan akan terpecah, karena harus berkonsentrasi di sejumlah lokasi wisata menjelang libur panjang.

“Tetapi kami tetap akan melakukan pengawasan di pasar meski konsentrasi kami berada di lokasi wisata. Karena kami tidak ingin ada klaster baru di lokasi wisata setelah libur panjang ini,” pungkasnya.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.