Sengketa Nurul Hikmah Pamekasan, Berujung Saling Lapor

Yayasan Usman Al Farsy menggelar konferensi pers, Senin (26/10/2020).

Pamekasan, (Media Madura) – Lembaga Pendidikan Nurul Hikmah Pamekasan tak kondusif. Kedua belah pihak sama-sama tidak mau disudutkan apalagi disalahkan. Akhirnya, sengketa lembaga pendidikan itu berujung saling lapor.

Terbaru, Yayasan Usman Al Farsy telah melaporkan pihak Yayasan Usman Al Farisi ke polisi dengan delapan kasus pidana.

Menurut versi KH Fadli Gazali, selaku Pengawas Yayasan Usman Al Farsy, Yayasan Usman Al Farisi dituding telah melakukan penyerobotan lahan RA dan SD Plus Nurul Hikmah Pamekasan. Padahal diklaim pemilik sah tersebut adalah Yayasan Usman Al Farsy.

Tidak hanya itu, dokumen yang isinya surat pernyataan tandatangannya dipalsukan. Karena nama Imam Gazali yang dicantumkan pada surat itu mengaku tidak pernah melakukan tanda tangan.

Sementara kedelapan kasus pidana yang dilaporkan ke polisi itu antara lain:

Penggelapan Keuangan Yayasan.
Kasus Indikasi adanya Tipikor.
Kasus penyerobotan yayasan secara fisik.
Pemalsuan Merk dan Hak cipta
Pengrusakan CCTV
Kasus penggelapan uang SPP
Dugaan tindak pidana ITE
Kasus pencemaran nama baik kepada yayasan Usman Al Farsy di depan pejabat.

“Kami sudah melakukan beberapa kali mediasi, tapi tidak berhasil,” kata KH Fadli Gazali dalam rilisnya di Pameksaan, Senin (26/10/2020).

Menanggapi hal itu, KH Lutfi Gazali, dari pihak Yayasan Usman Al Farisi malah balik menuding, bahkan membantahnya. Menurutnya, semua tuduhan yang ditujukan kepada Yayasan Usman Al Farisi tidak benar.

Terkait semua yang terjadi di Nurul Hikmah, pihaknya mengaku masih menunggu proses hukum. Sebab diakui, pihaknya juga membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Buktikan nanti di ranah hukum,” ucap KH Lutfi Gazali yang masih adik kandung, KH Fadli Gazali.

Reporter: Kholis
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.