Warga di Sampang Bayar Rp 20 Ribu ke Pendamping PKH demi Tebus Beras Bantuan

Beras bantuan di gudang Bulog Sampang mulai didistrubusikan ke setiap wilayah kecamatan dan desa untuk KPM PKH tahun 2020. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pendistribusian bantuan sosial beras (BSB) kepada keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dipastikan tanpa dibebani biaya alias gratis.

Namun faktanya, masih ada masyarakat selaku penerima manfaat dimintai sejumlah uang saat penebusan beras. Nilai uang yang diminta antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per penerima bantuan. Alasan penarikan uang untuk ongkos kuli angkut saat pengambilan beras di kantor balai desa.

Praktik kecurangan itu terjadi di Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun. Ironisnya, penarikan uang beras diinisiasi oleh pendamping PKH. Uang tersebut dikumpulkan melalui kelompok penerima atau kerabatnya untuk diberikan langsung kepada pendamping.

“Saya bayar karena diminta uang Rp 15 ribu untuk pengambilan beras bantuan, ada yang bayar ke kelompoknya ada juga langsung ke pendamping,” ucap inisial I salah satu penerima PKH, Senin (26/10/2020) siang.

Dia mengaku heran karena pendistribusian beras bantuan dibebani biaya. Padahal, desa tetangga tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Nominal penarikan uang beras memang tak sama dan kemungkinan tergantung dari jarak kampung desa.

“Desa sebelah memang gratis, tapi disini kenapa kok bayar, kurang tahu nilai uangnya kok tidak sama bisa jadi diliat dari kartu keluarga (KK), karena ada yang 15 ribu dan 20 ribu,” tuturnya.

“Sudah biasa disini banyak kecurangan, waktu penerimaan dalam bentuk uang itu gesek dan ngambil uangnya dirumah pendamping di Kampung Panggi, bahkan kartu ATM dipegang pendampinganya,” imbuhnya.

Dikonfirmasi, Kepala Desa Jeruk Porot Abdus Syukur mengaku kaget mendapat informasi tersebut. Dirinya belum mengetahui secara pasti kebenaran pungutan biaya saat pendistribusian beras bantuan.

“Kurang tahu kalau ada pungutan, memang pengambilannya di kantor desa, terima kasih informasinya nanti mau dikroscek,” singkatnya dibalik telepone.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang Moh Amiruddin belum bisa memberikan keterangan meski berkali-kali dihubungi.

Begitu juga, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lim Jamsos) Dinsos Sampang Erwin Elmi Syahriyal.

Media Madura mencoba mengkonfirmasi Koordinator Kabupaten Sampang PKH Dili Suhaimi untuk memastikan apakah beras bantuan gratis.

Secara tegas, ia menuturkan beras bantuan merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial itu diberikan secara gratis.

“Memang gratis mas, tapi mohon maaf tidak bisa memberikan penjelasan lebih lengkap, silahkan konfirmasi ke pak Erwin,” tandasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.