Jelang Pilkada, Ketua DPRD Sumenep: Jangan Saling Menjatuhkan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Abd. Hamid Ali Munir

Sumenep, (Media Madura) – Tanggal 9 Desember mendatang, Kabupaten Sumenep bakal menggelar pesta demokrasi, yakni akan memilih Bupati dan Wakil Bupati yang akan memimpin Sumenep selama 5 tahun ke depan.

Terdapat dua kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yanh secara resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, yaitu Pasangan Achmad Fauzi-Dewi Khalifah dan Fattah Jasin-Kiai Ali Fikri.

Kendati demikian, dalam upaya menciptakan pemilihan yang aman dan damai, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Abd. Hamid Ali Munir mengimbau masyarakat untuk tidak saling menjatuhkan satu sama lain.

Pasalnya, kata dia, dua calon yang sudah ditetapkan KPU tersebut sama-sama mempunyai niat yang baik, yakni ingin menciptakan perubahan di kabupaten Sumenep.

“Kita cukup lama berdemokrasi tentunya kita Sumenep dari ujung timur Madura yang terkenal dengan kekerabatan kekeluargaan yang cukup kental dengan istilah Sumekar, Sumenep Kraton,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya mengharap dalam kontestasi pilkada serentak 2020 kali ini agar masyarakat Sumenep lebih mengedepankan persaudaraan dari pada saling menjatuhkan.

“Mari kita melakukan upaya-upaya yang baik kerena sebenarnya kita ini bersaudara. Masyarakat harus rukun dan damai, hanya semuanya tinggal menunggu takdir siapa akan menang di pilkada nanti,” katanya.

Di samping itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, politikus senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk saling bahu membahu melakukan pencegahan, mengingat sektor ekonomi saat ini menurun akibat Covid-19.

“Jadi kita harus saling bekerja sama baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat, kita harus mengambil langkah yang lebih baik untuk meningkatkan ekonomi,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.