Tim Abdimas Poltera Sampang Beri Pelatihan Teknologi ke Santri

Tim pengabdian masyarakat dari Poltera Sampang memberi pelatihan teknologi kepada Santri, Santriwati, dan Ustadz di Pondok Pesantren Kholaiyatul Musytarsyidin, Camplong. (Humas Poltera/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pertumbuhan teknologi yang semakin cepat membuat masyarakat di seluruh dunia berlomba-lomba untuk terus mengikuti perkembangan. Krisis kesehatan seperti terjadinya Pandemi Covid-19 saat ini hampir tidak mau membuat seluruh kalangan bekerja dengan mengandalkan teknologi.

Hal ini yang kemudian dipandang penting oleh Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Politeknik Negeri Madura (Poltera) untuk mengadakan kerjasama pelatihan keteknologian dengan Pondok Pesantren Kholaiyatul Musytarsyidin, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Madura sebagai salah satu basis Pondok Pesantren di wilayah Jawa Timur, mempunyai pertumbuhan pendidikan yang pesat termasuk para santri dan pendidik di Pondok Pesantren tersebut. Pertumbuhan pendidikan pesantren juga perlu didukung dengan pelatihan-pelatihan external yang telah dikembangkan oleh pihak pondok.

Disinilah peran perguruan tinggi sebagai pendamping masyarakat terutama akan bermain penting. Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pemberian pelatihan yang dikhususkan kepada Lembaga Pendidikan ranting sehingga masyarakat yang menerima manfaat bisa semakin memahami perkembangan teknologi.

Tim yang beranggotakan dosen dari berbagai macam jurusan di Poltera Sampang ini sudah memulai berkomunikasi dengan pihak Pesantren sejak awal tahun 2020 dan dalam masa pandemi pun, komunikasi antara pihak Poltera dan Pondok Pesantren cukup intens. Tim abdimas Poltera tentu mengimplementasikan protokol kesehatan saat berlangsungnya kegiatan.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltera Sampang Tristiandinda menuturkan, kegiatan ini berlangsung dalam beberapa sesi yang dibagi dalam periode. Pelatihan berlangsung selama 3 (tiga) kali yaitu dari Agustus hingga September di Aula Gedung Pondok Pesantren Kholaiyatul Musytarsyidin.

Hari pertama tanggal 13 Agustus 2020 setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pre-test kepada peserta pelatihan, kemudian materi dasar terkait Ms. Office. Pelatihan mempelajari dasar-dasar pengoperasian komputer, pembuatan presentasi elektronik dengan Ms PowerPoint, pembuatan dan pengaturan pengetikan dokumen serta surat dengan Ms Word, pembuatan tabel dan berbagai perhitungan serta grafik dengan Ms Excel, serta apresiasi dan pengoperasian internet.

Terdapat juga beberapa penugasan sederhana agar peserta dapat lebih memahami materi dengan aplikasi secara langsung. Materi terakhir yakni post-test, hasil post-test menunjukkan grafik kelulusan dengan batas minimal nilai 70. Pada saat pre-test tingkat kelulusan peserta masih kecil. Dari beberapa santri peserta, hanya satu orang yang mendapat nilai diatas 50.

Setelah pelatihan dan melaksanakan post-test tingkat kelulusannya menjadi cukup besar dan sekitar 7 peserta mendapat nilai lebih dari 70.

Pelatihan bagi Lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren dengan materi dasar-dasar komputer dan Ms. Office Basic masih sangat dibutuhkan. Karena semakin berkembangnya penggunaan komputer terutama laptop diberbagai instansi maka kemampuan mengoperasikan komputer/laptop guna menyelesaikan pekerjaan sehari-hari kini menjadi tuntutan untuk dikuasai oleh semua personil dalam organisasi, baik siswa maupun guru atau ustadz/ustadzahnya.

“Program ini bersifat fundamental dan ditujukan bagi organisasi pendidikan seperti Pondok Pesantren yang masih memiliki keterbatasan kemampuan dalam pengoperasian komputer serta jumlah SDM yang sedikit,” ucap Tristiandinda.

Menurutnya, target pelatihan adalah memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan komputer dan Internet, untuk yang hubungannya dengan akademik seperti presentasi secara umum atau persiapan bagi peserta yang sebentar lagi akan lulus dan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, KH Fathorrozi Imam Pengasuh Ponpes Kholaiyatul Musytarsyidin menyampaikan, bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang paling penting bagi sebuah lembaga pendidikan terutama di tingkat ranting yang memang masih sangat kurang secara fasilitas ataupun SDM.

“Semoga kerjasama Poltera dengan pondok pesantren akan terus dipupuk kedepannya,” harapnya.

Perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan Tri Dharma yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang nantinya bisa bermanfaat bagi pengembangan Sumber Daya Manusia.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.