Empat Remaja di Sampang Peragakan Shalat Sambil Main HP Disanksi Sosial

Rekaman video peragakan shalat sambil main HP yang dilakukan remaja asal Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang.

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, mengamankan empat orang remaja terkait kasus dugaan penistaan agama. Kawanan remaja asal Kecamatan Robatal, Sampang, ini memperagakan gerakan shalat sambil main handphone.

Aksi tidak sewajarnya itu direkam pada Senin (14/9) kemarin dan diposting ke media sosial. Video berdurasi 2 menit 56 detik pun viral.

Tampak dalam rekaman video, dua pemuda melakukan shalat berjamaah, sedangkan sebagai makmum sengaja mengeluarkan sesuatu dari dalam sarung yang ia kenakan. Nampaknya ia memegang handphone.

Sambil mengikuti gerakan imam layaknya shalat berjamaah, ia sibuk bermain gadget. Lantas, bukan ditegur ataupun melarang aksi mereka, kedua temannya pun juga sibuk merekamnya.

Mengetahui video viral rekayasa gerakan shalat, polisi mencari tahu keberadaan empat remaja tersebut. Sebab, perbuatan mereka bisa menyakiti perasaan umat Islam. Usut demi usut, ternyata keempat remaja itu merupakan warga Sampang.

Keempatnya ialah RN (15) dan AD (18) asal Dusun Arneh Barat, Desa Gunung Rancak, Robatal. Serta, LT (18) Dusun Probungan, Desa Lepelle, dan ZN (16) Dusun Arneh Timur, Desa Lepelle, Robatal.

Mereka akhirnya diserahkan oleh Kepala Desa setempat dan tokoh masyarakat ke Mapolres Sampang.

Pada Minggu (20/9/2020) siang, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz dan Bupati Sampang H Slamet Junaidi menggelar konferensi pers.

Kapolres mengatakan, keempat remaja itu akhirnya diganjar hukuman sosial selama satu bulan. Mereka wajib membersihkan tempat ibadah di desa sekitar yang diawasi langsung oleh orangtua, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama. Namun jika hukuman itu dilanggar, maka akan diberi hukuman lain.

“Empat pemuda ini tadi sudah memberikan pernyataan minta maaf kepada kami dan hadapan Pak Bupati, mereka juga berjanji dan tidak mengulangi kesalahannya,” ujar AKBP Abdul Hafidz, Minggu.

Menurut Hafidz, gerakan shalat sambil main handphone dilakukan empat remaja tersebut adalah tindakan spontanitas. Mereka hanya sebatas bercanda dan saling mengejek satu sama lainnya saat tengah berkumpul.

“Maka itu kami memberikan sanksi sosial, mereka ada iktikad baik untuk mengakui perbuatan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” jelasnya.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi menyatakan, bahwa pemerintah terus berkomitmen akan selalu proaktif menjaga kondusifitas wilayahnya. Hal ini tentu bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Terpenting juga adalah masyarakat Sampang harus bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak tersandung hukum, dengan demikian kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.