Komisi B DPRD Jatim Ingin Industri Agro dan Non Agro Dikembangkan Maksimal

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa

Pamekasan, (Media Madura) – Komisi B DPRD Jawa Timue terus mencari potensi yang bisa dikembangkan dalam rangka pemulihan ekonomi. Salah satunya, pengembangan industri agro dan non agro.

Ketua Komisi DPRD Jatim Aliyadi Mustofa mengatakan, upaya pemulihan ekonomi di tengah Covid-19 terus dilakukan. Koordinasi dengan sejumlah dinas untuk merumuskan langkah digelar secara intens.

Beberapa potensi ekonomi yang akan dikembangkan dipetakan. Hasil pemetaan itu akan ditindak lanjuti dengan aksi nyata. “Kami terus berupaya agar pemulihan ekonomi bisa berjalan maksimal,” katanya.

Politisi PKB itu menyampaikan, industri agro yang rencananya dikembagkan yakni, hasil hutan, pertanian dan perkebunan. Kemudian, hasil kelautan dan perikanan serta peternakan.

Potensi industri agro itu cukup melimpah di Jawa Timur. Salah satunya pertanian. Jika dikembangkan secara optimal diyakini akan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk lantaran Covid-19.

Bidang peternakan juga berpotensi dikembangkan. Salah satunya ternak sapi. Di Madura populasi sapi sangat melimpah. Bahkan, kualitasnya sangat baik. “Potensi yang dimiliki ini akan didorong untuk dikembangkan,” katanya.

Aliyadi menyampaikan, dalam rangka pengembangan industri agro itu, bakal dilakukan pembinaan dan pelatihan kerja. Tujuannya, agar rencana besar itu berhasil.

Mengenai industri non agro, Aliyadi menyebut ada beberapa potensi yang disasar. Diantaranya, pengembangan industri logam, mesin dan alat transportasi dan tekstil.

“Pengembangan industri ini semata untuk kepentingan masyarakat,” tutup pengurus DPW PKB Jatim itu. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.