Puncak Kemarau di Pamekasan Diprediksi Bulan September

Ilustrasi kekeringan

Pamekasan, (Media Madura) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada September 2020 mendatang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akmalul Firdaus mengatakan, masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau telah terjadi sejak bulan Juni 2020 lalu, sehingga berdasar hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dimungkinkan puncak musim kemarau diprediksi akan dimulai pada bulan Agustus hingga September.

“Puncak kemarau Pamekasan perkiraannya di bagi dua bagian utara dan selatan pada bulan Agustus, bagian tengah di bulan September,” katanya, Sabtu (25/7/2020).

Firdaus menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan pendataan di 13 kecamatan untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah. Salah satunya memverifikasi data dari tahun sebelumnya, untuk mengetahui apakah ada penambahan atau kekurangan daerah terdampak bencana kekeringan.

“Kami sudah dapat datanya untuk penetapan desa-desa terdampak sekaligus penetapan tanggap darurat bencana kekeringan, sementara paling tidak memang ada penurunan jumlah daerah terdampak,” tambahnya.

Pihaknya meminta agar ada kerjasama yang baik dengan tatanan pemerintah di bawah, sebab yang tahu kondisi di bawah adalah pemerintah desa hingga dusun.

“Makanya peran serta pemerintahan di bawah sangat penting,” tutup Firdaus.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.