Polisi Bidik Aliran Uang Pungli Rp 17 Juta Pasar Lenteng

Kapores Sumenep, AKBP Darman

Sumenep, (Media Madura) – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur menetapkan tiga tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pasar Lenteng beberapa hari lalu.

Tersangka OTT kasus pemungutan liar (Pungli) kios pasar itu ialah MS, oknum ASN di lingkungan Disperindag Sumenep. S dan J yang berprofesi sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL).

“Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak hari Senin,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Darman, Rabu (1/7/2020).

Dalam kasus itu, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 17,3 juta rupiah. Rp 15,3 Juta dari tersangka, kemudian Rp 2 juta dari pedagang.

Selanjutnya, kata Darman, pihaknya akan melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap aliran uang hasil pungutan liar tersebut.

“Nanti kami kembangkan, apakah uang itu digunakan pribadi atau disetor ke atasnya,” tegasnya.

Darman mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka mengaku uang hasil pungutan digunakan untuk kepentingan pribadi.

Hasil pemeriksaan kepada Koordinator UPT Pasar Lenteng juga mengaku telah menegur berulang kali agar tidak melakukan pungutan pada pedagang.

“Tengelola pasar tetap mangkel hingga tertangkap tangan (OTT). Bahkan Kepala UPT-nya merasa bersyukur atas penindakan dari Kepolisian itu,” jelasnya.

Apakah pungli atas intruksi atasan?, Darman mengatakan, untuk sementara ini pungutan dilakukan atas inisiatif pengelola pasar. Praktek pungli tersebut telah lama diendus, namun baru dilakukan penindakan.

“Ia (lama) dapat informasi dan langsung kami lakukan OTT,” tutupnya.

Dari kasus ini, ketiga tersangka terjerat pasal 12 huruf e UU 31/1999 yang dalam hal ini telah ditambah dan diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.