BEP Tembakau di Pamekasan Tahun 2020 Rp 54 Ribu Perkilogram

Petani tembakau (foto: Ahmad Rifqi)

Pamekasan, (Media Madura) – Break Event Point (BEP) atau Biaya Pokok Produksi (BPO) tembakau Madura di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur paling tinggi sebesar Rp 54.437 perkilogram.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Akhmad Sjaifuddin, BEP pada tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini dibagi menjadi tiga tingkat. Yakni tembakau bawah, tengah dan atas.

“Pada tahun ini telah disepakati ada tiga klasifikasi, yaitu tembakau sawah atau rendah tegal atau tengah dan gunung atau atas,” katanya, Senin (29/06/2020).

Ahmad sapaan akrabnya Akhmad Sjaifuddin menambahkan, untuk BEP tembakau sawah atau rendah Rp 32.708 perkilogram, sementara untuk tembakau tengah atau tegal Rp 41.499 perkilogram dan tembakau dengan kriteria atas atau gunung Rp 54.437 perkilogram.

“Ini kesepakatan OPD terkait, Dinas Pertanian, asosiasi dan kuasa pembelian pabrik rokok,” tambahnya.

Data mediamadura.com, BEP tembakau Madura terus mengalami kenaikan. Datanya, pada tahun 2017 sebesar Rp 32.861 per kilogram, tahun 2018 Rp 39.931 sedangkan pada tahun 2019 juga mengalami kenaikan yakni Rp 40.294 per kilogram sedangkan tahun 2020 Rp Rp 54.437 per kilogram untuk tembakau kualitas atas atau tembakau gunung.

Sementara pabrikan yang sudah konfirmasi akan melakukan pembelian tembakau petani ada 4, PT. Bentoel 0, sementara PT Sadhana Arif Nusa 200 ton, Nojorono 600 ton dan PT Sukun sebanyak 700 ton. Dari total itu kebutuhan pabrikan tahun 2020 menurun dibandingkan dengan musim tataniaga tembakau tahun 2019 lalu.

“Pabrikan yang lain juga akan beli cuma jumlahnya belum disampaikan,” tutup Ahmad.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.