Ramadan yang Berbeda

Oleh : Fathor Rozi

*) Penulis adalah mahasiswa IAIN Madura, Fakultas Tarbiyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab.

Bulan ramadan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh rahmat dan ampunan, di mana setiap amal ibadah akan Allah dilipat-gandakan, bahkan tidurpun Allah nilai sebagai ibadah.

- Advertisement -

Ramadan merupakan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam alquran, di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu malam (lailatul qadar). Berbicara bulan ramadan tentunya juga tidak terlepas dengan solat tarawih dan sejumlah kekahasan lainnya, termasum sejumlag tradisi yang di dalamnya ada tradisi ngabuburit bahkan bukber atau buka bersama.

Maka dengan berbagai keistimewaan ini kita mestinya bergembira dan bersuka cita dalam menyambutnya. Sebab kegembiraan menyambut ramadan itu juga menjadi salah satu tanda keimanan seorang muslim. Maka kita selaku umat muslim perlu mempersiapkan segalanya dan tentu dengan senang hati menyambut kedatangannya.

Namun kegembiraan ini sepertinya harus dilingkupi juga dengan kesedihan. Ada sesuatu yang tidak biasa. Pandemi covid-19 telah membuat suasa ramadan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan ini merupakan yang pertama dalam sejarah ramadan, di mana umat muslim tidak bisa melaksanakan tarawih di masjid, tadarus di masjid dan bahkan salat eid terancam tidak digelar di masjid juga.

Saat ini umat muslim harus terpisah secara fisik demi memutus mata rantai penyebaran virus yang penyebarannya sangat cepat ini. Tentu sebagai warga negara kita semua harus patuh terhadap setiap anjuran pemerintah demi mencegah penularan covid-19 ini.

Meskipun begitu, umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa harus terus mendekatkan diri kepada tuhan, sebab upaya keras dari semua pihak untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini juga harus disertai dengan doa. Ikhtiar telah dilakukan dengan sangat keras maka setelahnya tinggal tawakal.

Bulan ramadan tahun ini memang berbeda, tetapi substansinya tetap sama. Justru di tengah pandemi covid-19 ini kita semakin dekat dengan tuhan, kita bisa melihat manusia semakin dekat dengan manusia (saling membantu) dan manusia juga semakin menghargai alam.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.