Ramadan di Tengah Pandemi

Oleh: Sholeh

*) Penulis adalah mahasiswa IAIN Madura, Fakultas Tarbiyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab .

Tidak terasa kali ini kita sudah memasuki bulan ramadan, seluruh umat muslim dipenjuru dunia diwajibkan untuk berpuasa. Banyak orang menyambut dengan riang gembira. Di bulan ramadan ini biasanya banyak kegiatan-kegiatan yang menjadi rutinitas, mulai dari kegiatan ngabuburit, buka puasa bersama, salat tarawih dan tadarusan. Bulan ramadan biasanya juga dijadikan sebagai momentum untuk saling silaturrahim, baik dengan kerabat-kerabat, dengan teman-teman lama dan lain sebagainya.

Namun bulan ramadan kali ini berbeda dengan bulan ramadan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini umat muslim melaksakan ibadah di bulan suci ramdan ditengah pandemi covid-19. Kita tahu bahwa covid-19 merupakan virus yang sangat berbahaya dan mematikan, virus ini juga dengan cepat menyebar.

Dikutip dari kompas.com kasus positif covid-19 di Indonesia ada penambahan 214 pasien covid-19 dalam 24 jam terakhir, berdasarkan data pemerintah hingga senin (27/4/2020). Dengan demikian total ada 9.096 kasus covid-19 sejak kasus ini diumumkan untuk kali pertama pada maret 2020. Akibat pandemi ini membuat pemerintah melakukan tindakan-tindakan pencegahan, salah satunya dengan menerapkan physical distancing atau pembatasan sosial besar-besaran (PSBB).

Akibat penerapan kebijakan ini ada banyak perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, khusunya dalam interaksi sosial. Beberapa bulan terahir masyarakat didorong untuk tidak menghadiri tempat-tempat yang berpotensi menimbul kerumunan dan melibatkan banyak orang, seperti pusat perbelanjaan, pasar, bahkan akhir-akhir ini terdengar kabar bahwa pemerintah menganjurkan agar masyarakat melakukan ibadah di rumah masing-masing. Dengan adanya anjuran ini otomatis kegiatan-kegiatan di bulan suci ramadan yang biasanya dilakukan bersama-sama mau tidak mau harus dilakukan di rumah saja dengan tetap menjaga jarak. Salah satunya kegiatan ibadah salat tarawih. Salat tarawih biasanya dilakukan dengan berjamaah, namun akibat pandemi terpaksa harus dilakukan di rumah, walaupun tidak semua daerah di Indonesia merapkan kebijakan itu.

Hal ini sontak menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, ada yang pro, ada pula yang kontra dengan kebijakan tersebut. terlepas dari hal itu bulan ramadan tetaplah bulan yang istimewa, bulan yang penuh dengan keberkahan dan penuh dengan segudang keistimewaaan. Meski saat ini kita berada di tengah pendemi, semangat untuk melaksakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain di bulan ini tidak boleh luntur dan tidak boleh larut dalam situasi yang sedang carut marut.

Ramadan di tengah pandemi merupakan hal yang baru dan bahkan pertama kali kita rasakan. Perasaan tidak nyaman, kerap kali datang, terlebih selama dua bulan terahir kita dianjurkan untuk tetap dirumah saja, melakukan segala kegiatan serba di rumah. Namun meski demikian kita harus mampu melawan segala kejanuhan, rasa tidak nyaman dan rasa takut terhadan pandemi covid-19. Bukankah dari pendemi kita belajar banyak hal, mulai dari pentingnya menjaga kebersihan, pentingnya sebuah kebersamaan, pentingnya mengendalikan diri, pentingnya disiplin dan lain sebagainya.

Pandemi covid-19 merupakan tantangan bagi kita semua, terlepas dari segala kegundahan yang diakibatkan oleh pandemi covid-19, yakinlah suatu saat akan ada keindahan dibalik semuanya.

Mari kita gunakan situasi pandemi kali ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dari berbagai aspek, mulai dari kebiasaan kita sehari-hari, cara kita berpikir, serta aspek-aspek yang lain, terlebih kita sekarang berada di bulan suci ramadan, bulan yang penuh dengan berkah.

Pandemi di seluruh penjuru dunia semakin membuka cakrawala pemikiran kita bahwa manusia tetaplah makhluk yang memiliki kelemahan, secanggih apapun teknologi saat ini, dihadapan pandemi kita seolah tak berdaya. Jadikan semua ini sebagai pelajaran agar kita lebih baik. Dan jangan lupa tetaplah jaga kesehatan dan tingkatkan semangat kita dalam menjalankan ibadah di bulan suci ramadan tahun ini.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.