Salat Tarawih Berjamaah di Masjid di Sumenep, Bersyarat

Doc/MM: Orang Shalat

Sumenep, (Media Madura) – Meski sudah masuk zona merah, Pemerintah Kabupaten Sumenep tetap mengizinkan atau tidak melarang masjid maupun musala melaksanakan ibadah salat Jumat dan Tarawih berjamaah.

Namun dengan syarat, takmir masjid dan masyarakat memperhatikan protokol kesehatan di tengah-tengah wabah Virus Corona atau Covid-19.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda, ulama dan Organisasi Keagamaan terkait penyesuaian pelaksanaan salat Jumat dan Tarawih termasuk salat Ied berjamaah.

“Dalam rapat itu disepakati bahwa masjid dan musala tetap melaksanakan ibadah shalat Jumat dan Tarawih, dengan harus tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi jamaahnya,” kata Bupati, Selasa (28/4/2020).

Protokol kesehatan dimaksud yakni para jamaah wajib mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak dan tidak berjabat tangan.

Manakala ada masjid dan musala yang melanggar tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai kesepakatan bersama itu, akan ada sanksi tegas bagi takmir masjid dan pengurus musala.

“Kami jelas akan memberikan sanksi tegas apabila para jamaah tidak menerapkan protokol kesehatan tersebut,” tegas Bupati dua periode ini.

Bupati mengungkapkan, sanksi bavi para pelanggar dilakukan secara bertahap mulai dari pemanggilan hingga menindak tegas dengan melarang tempat ibadah itu melaksanakan ibadah salat Jumat dan Tarawih.

“Kalau ada masjid dan mushalla tetap melanggar protokol kesehatan, jelas kami larang atau tidak mengizinkan melaksanakan salat Jumat dan Tarawih termasuk shalat Ied,” tandasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.