Bupati Pamekasan Angkat Bicara Terkait Pasien RSUD yang Meninggal

Pamekasan, (Media Madura) – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjelaskan terkait adanya seorang pasien dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Kabupaten Pamekasan yang meninggal dunia di RSUD Slamet Martodirdjo.

Orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan ini mengatakan, pasien yang meninggal yang dirawat di RSUD sejak Kamis (19/03/2020) kemarin itu belum terkonfirmasi postif Covid-19. Dan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium.

“Bisa saja penyakitnya demam berdarah, bisa saja penyakit yang lain. Tentang asumsi dari bebetapa teman-teman bahwa ini Covid-19 belum bisa disimpulkan. Kenapa, karena untuk memastikan bahwa pasien yang meninggal itu Covid-19 atau tidak, menunggu hasil laboratorium,” katanya dalam pres rilis yang digelar di Pendopo Ronggosukowati. Jumat (20/02/2020) malam.

Dalam press rilis itu, Baddrut Tamam yang didampingi ketua Satgas Covid-19, Plt.Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Slamet Martodirdjo, juga menerangkan, di kabupaten yang dipimpinnya itu hingga saat ini belum ada yang positif terjangkit Civid-19.

Selain itu, Baddrut juga menerangkan riwayat perjalanan pasien yang ternyata masih berusia 11 tahun tersebut. Sebelumnya pasien yang meninggal itu datang dari Malang.

Meskipun begitu, pihaknya menegaskan bahwa Satgas Covid-19 telah bekerja dengan maksimal dan terukur sehingga Kabupaten Pamekasan tidak terjangkit Covid-19.

“Banyak chat ke saya bawah di desa ini ada, di sesa ini ada (Covid-19), itu semua hoaks. Di Kabupaten ini belum ada yang terpapar Covid-19 dari informasi rumah sakit dan dokter. Kecuali nanti masih menunggu hasil laboratorium,” terangnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap agar warga Pamekasan tetap tenang dan menerapkan pola hidup sehat.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.