Diduga Penculik Anak, Siswa di Pamekasan Diiming-imingi Uang Rp 100 Ribu

Ilustrasi penculikan anak (foto: google)

Pamekasan, (Media Madura) – Hati-hati dengan modus penculikan anak. Baru-baru ini, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum, Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur nyaris menjadi korban penculikan.

Menurut salah satu guru MI Mifathul Ulum, Agus Budianto, para siswa tersebut diiming-imingi uang sebesar Rp 100 ribu oleh orang tidak dikenal agar ikut bersamanya.

Diceritakan, peristiwa tersebut terjadi kepada dua siswanya saat hendak pulang sekolah menuju rumahnya di Dusun Tengah, sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (12/2/2020) kemarin.

“Orang tidak dikenal itu mengajak siswa saya, bahkan akan memberikan uang seratus ribu,” katanya saat dihubungi mediamadura.com, Kamis (13/2/2020).

Ditanya Ketua Yayasan, kedua siswanya tersebut mengaku memilih menolak dan melarikan diri, karena mungkin sudah mengerti bahwa hal tersebut dapat membahayakan dirinya.

“Detailnya saya tidak mengetahui, hanya saja anak itu kelas enam, artinya sudah mengerti atau dengar info yang saat ini beredar ada penculikan anak, makanya lari. (Kejadian) itu diceritakan pada Ketua Yayasan,” tambah Budi.

Dari kejadian itu, Ketua Yayasan mengumpulkan para guru guna meminta anak didiknya diawasi selama di Madrasah. Bahkan mengimbau kejadian tersebut disebarluaskan ke masyarakat umum agar menjadi perhatian khusus para orang tua.

“Ini sengaja saya sampaikan ke khalayak umum, biar menjadi perhatian,” tutupnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.