Polisi Akan Selidiki Isu Penculikan Anak di Pamekasan

Ilustrasi penculikan anak (foto: google)

Pamekasan, (Media Madura) – Kepolisian Sektor (Polsek) Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan menyelidiki kebenaran kabar yang beredar tentang penculikan anak di Desa Jarin.

Kapolsek Pademawu, AKP Suryono mengatakan tentang keberadaan isu itu belum ada laporan secara resmi baik oleh orang tua ataupun guru.

“Sampai saat ini belum ada pengaduan atau laporan seperti itu, harusnya orang tua wali atau gurunya segera melaporkan ke kami,” katanya kepada mediamadura.com via telepon, Kamis (13/2/2020).

-Advertisement-

Suryono menambahkan, selama tidak ada pengaduan atau laporan, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan apapun, namun ia akan menerjunkan Bhabinkamtibmas ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Kami akan turunkan Bhabin kami untuk memberikan sosialisasi kepada warga atau orang tua,” tambahnya.

Suryono juga meminta kepada warga agar tidak melakukan tindakan-tindakan di laur ketentuan.

“Warga kalau melihat orang naik mobil atau tidak dikenal mencurigakan agar segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas, jangan main hakim sendiri. Tetap waspada,” tutupnya.

Sebelumnya, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum, Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur nyaris menjadi korban penculikan.

Menurut salah satu guru MI Mifathul Ulum, Agus Budianto, para siswa tersebut diiming-imingi uang sebesar Rp 100 ribu oleh orang tidak dikenal agar ikut bersamanya.

Diceritakan, peristiwa tersebut terjadi kepada dua siswanya saat hendak pulang sekolah menuju rumahnya di Dusun Tengah, sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (12/2/2020) kemarin.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.