Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan (kanan).

Sampang, (Media Madura) – Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menyebut anggaran untuk gaji petugas Satpam di beberapa pasar tradisional di Sampang mencapai Rp 1,3 miliar yang dianggarkan dari APBD 2019. Dana itu tak sebanding dengan kenyataannya.

Pernyataan ini disampaikan Alan menanggapi maraknya kasus pencurian motor yang menimpa kepada setiap pengunjung pasar.

“Miliaran anggaran gaji Satpam itu tidak menjamin keberadaan parkir di tempat pasar aman dari kejahatan, buktinya kenapa sering kemalingan motor di pasar, lalu untuk apa saja dana itu,” ucap Alan di kantornya, Kamis (12/12/2019).

Masih kata Alan, berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2019 ada Rp 1,3 miliar gaji untuk 49 petugas Satpam yang bertugas di tiga tempat pasar Kota Sampang. Meliputi, Pasar Srimangunan, Margalela, dan Rongtengah.

“Pengunjung pasar Srimangunan sering kehilangan, sudah lebih dari empat kali kejadian, apa benar ada kongkalingkong pelaku curanmor dengan petugasnya, atau kesalahan petugas yang kurang teliti keluar masuknya kendaraan,” tuding Alan.

Ia meminta pemerintah daerah maupun dinas terkait memikirkan keresahan pengunjung yang khawatir dengan keamanan pasar. Untuk itu, dirinya menyarankan pengelolaan parkir pasar dirubah dengan sistem parkir modern. Hal ini sekaligus memperkecil kebocoran pendapatan daerah.

“Lebih baik belanja barang mahal dibanding sering terjadi kemalingan dan menimalisir terjadinya kebocoran terhadap PAD Sampang,” ujar Alan.

Kabid Pengelola Pasar Disperindag Sampang Sapta Nuris Ramlan, membantah 49 petugas Satpam bertugas di tiga tempat.

Ke-49 Satpam bertugas menjaga keamanan di tujuh titik pasar. Diantaranya, pasar Srimangunan, Rongtengah, Margalela, Pangarengan, Torjun, dan Banyuates, serta kantor.

“Anggaran miliaran ini tidak hanya untuk gaji petugas Satpam, tapi untuk honor dan pelatihan fisik setiap bulan, kalau ada kehilangan jadi tanggungjawab pengelola parkirnya, mereka menjaga keamanan pasar bukan fokus ke parkirnya,” jelas Sapta.

Mengantisipasi kehilangan motor pengunjung, Sapta mengaku pengelolaan parkir pasar sudah menggunakan palang pintu otomatis. Sistem tersebut masih dilakukan di pasar Srimangunan.

“Kalau pasar lainnya masih terbentur anggaran, makanya palang pintu elektrik masih di Srimangunan,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.