PGRI Sampang Tanggapi Penghapusan Ujian Nasional

Ketua PGRI Sampang Ahmad Mawardi. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sampang Ahmad Mawardi menanggapi wacana penghapusan Ujian Nasional yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Ia mengatakan, perlu tinjauan sebelum wacana tersebut terealisasi karena UN menjadi indikator keberhasilan implementasi kurikulum.

“Sebaiknya ditinjau dulu jika mau dihapus, biar semangat dari para guru melakukan pembelajaran biar ada target yang harus dicapai,” kata Mawardi, Rabu (11/12/2019).

Masih kata Mawardi, sebelum dilakukan penghapusan, perlu pengganti yang jelas untuk mengukur daya serap ketercapaian pembelajaran siswa. Sebab, wacana itu belum ada petunjuk teknis.

- Advertisement -

Jika tidak ada pengganti, maka pembelajaran yang dilakukan oleh para guru hanya sebatas menyampaikan materi tanpa ada target pencapaian.

“Artinya ketika dihapus mau diganti apa, menurut saya mengukur daya serap itu perlu dilakukan, ada skala provinsi yang bisa mengukur bagaima ketercapaian pembelajaran itu, bisa dibayangkan nanti sekolah akan menjalankan pembelajaran sepenting jalan, jadi harus ada parameter untuk bisa mengukur ketercapaian itu,” jelasnya.

Menurut Mawardi, meski UN tidak lagi menjadi standar kelulusan siswa, keberadaanya masih diperlukan yaitu untuk mengukur daya serap siswa di skala daerah hingga nasional.

“Sekarang ini kelulusan diserahkan semua kepada sekolah, mau nilai apapun UN itu hanya mengukur berapa daya serapnya anak-anak di skala daerah hingga sekala nasional,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.