Akan Dipecat, Ini Jawaban Rektor IAIN Madura Soal Tuntutan PMII pada Eko Ariwidodo

Pamekasan, (Media Madura) – Demonstrasi PMII IAIN Madura dimulai dengan shalat Dzuhur berjamaah di halaman kampus. Setelah itu, massa bergerak menuju depan kantor Rektorat dengan bersholawat, Rabu (20/11/2019) siang.

Aksi kali ini, merupakan kali kedua digelar Komisariat PMII IAIN Madura. Menuntut Eko Ariwidodo dikeluarkan dari kampus IAIN Madura, sebab telah melecehkan atribut PMII.

Jika aksi pertama, Senin (18/11) lalu, tidak ditemui Rektor IAIN Madura karena sedang menghadiri undangan rapat Kementerian di Jakarta, kali ini massa ditemui langsung Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim.

Tidak begitu lama, Mohammad Kosim menemui pendemo. Di depan pendemo, Mohommad Kosim langsung membacakan ulang tuntutan dari PMII AIN Madura. Menyikapi insiden perobekan atribut PMII yang dilakukan Dosen, Eko Ariwidodo.

Atas lima tuntutan PMII IAIN Madura, Mohommad Kosim hanya mengusulkan dua tuntutan saja untuk dieksekusi secepatnya. Sementara tiga tuntutan PMII lainnya akan disampaikan setelah Eko Ari Widodo menjalani pemeriksaan di tingkat pimpinan.

Dua tuntutan PMII itu adalah, akan memecat Eko Ariwidodo sebagai anggota Senat IAIN Madura, dan memecat Eko Ariwidodo sebagai Ketua Rumah Jurnal IAIN Madura.

“Saya (akan) usulkan kepada Pak Zainal untuk dipecat (sebagai anggota senat). Kedua, (Ketua) Rumah Jurnal kita akan mencari ganti” kata Mohammad Kosim di hadapan demonstran.

Mohammad Kosim mengatakan, untuk pemecatan Eko Ari Widodo sebagai ASN dan Dosen IAIN Madura tunggu pemeriksaan yang akan dilakukan pimpinan kampus.

“Dipecat sebagai dosen IAIN Madura dan ASN ini harus ada pemeriksaan oleh tim nanti, besok Pak Warek (Wakil Rektor) II akan memulai pemeriksaan kepada beliau, nggak bisa sekarang, karena ini ada aturan,” ungkapnya.

Selain itu, Mohammad Kosim belum merespons tuntutan skorsing terhadap Eko Ariwidodo selama menjalani pemeriksaan dengan alasan yang sama.

“Kita akan berapat besok, keputusannya besok,” ungkapnya menambahkan.

Setelah menemui pendemo, Mohammad Kosim langsung kembali masuk ruang rektorat diikuti tiga pimpinan lainnya. Di satu sisi, pendemo merasa kurang puas dengan sikap pimpinan kampus pada aksi kali ini.

“Kami tidak akan berhenti sampai bapak Eko Ariwidodo dikeluarkan dari kempus,” tutup Ketua Komisariat PMII IAIN Madura, Faizal Dzat.

Reporter: Zainol
Editor: Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.