Sumenep, (Media Madura) – Satu dari dua tahanan Rutan Klas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur yang yang melarikan diri sejak sekitar 1,5 bulan yang lalu, hingga hari ini, Selasa (19/11/2019) belum juga tertangkap.

Tahanan yang masih buron tersebut bernama Matrawi (37), asal Desa Juruan Kaok, Kecamatan Batuputih. Ia merupakan terpidana kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan vonis 2 tahun 6 bulan.

Matrawi yang merupakan spesialis kabur, kabur lagi bersama tahanan lainnya bernama Abdul Baidi pada 29 September 2019 dengan cara membobol dinding dan kemudian memanjat dinding bagian timur.

Sejak melarikan diri, tim yang dibentuk Rutan terus melakukan pengejaran. Tetapi, hingga saat ini masih belum berhasil menangkap kembali.

Kepala Rutan Klas IIB Sumenep, Beni Hidayat mengaku telah mengendus persembunyiannya. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penangkapan.

“Kami sudah tahu persembunyiannya, tinggal menunggu waktu yang pas untuk menangkap,” kata Beni, Selasa (19/11/2019).

Sebelum dieksekusi kembali, pihak Rutan dan jajaran penegak hukum lain terus melakukan pemantau keberadaan Matrawi. Itu dilakukan agar tidak kehilangan jejak.

Namun begitu, Beni enggan menyebut apakah Matrawi saat ini masih di Pulau Madura atau sudah berada di luar kota. “Pokoknya sudah diketahui, tinggal menunggu waktu yang pas saja,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, dua Napi Rutan Sumenep atas nama Matrawi (37) dan napi Narkoba bernama Abdul Baidi (32) asal Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng melarikan diri.

Keduanya melarikan diri dari sel isolasi sekitar pukul 04.05 WIB, Minggu (29/9/2019) 2019. Namun, pelarian Baidi berhasil diungkap dan diamankan saat berada di rumah familinya di Desa Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo beberapa waktu lalu.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.