Rombongan anggota DPRD Sampang melihat kondisi pasar kumuh, becek, dan bau yang berada di pasar Sentol Kedungdung, Selasa (19/11/2019) siang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Komisi II DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur, meminta pelaksana proyek menggenjot pembangunan revitalisasi pasar Sentol Kecamatan Kedungdung agar segera rampung. Mengingat, kondisi pasar kumuh dan kurang tertata baik menyebabkan akses transportasi semrawut.

Wakil Ketua Komisi II Alan Kaisan saat melakukan sidak, mengatakan pengelolaan pasar Sentol perlu pembenahan. Kondisi pasar kumuh, bau sampah, serta sarana tidak memadai membuat turunnya daya tarik pengunjung. Sebab, menurut Alan pasar kumuh menjadi persoalan tersendiri, selain tidak mampu bersaing dengan pasar modern juga jauh dari kesan kebersihan.

“Kurang ditata baik mengenai kebersihan pasar, padahal semua pedagang kecil maupun lainnya membayar retribusi, artinya antara hak dan kewajiban sangat jauh dari harapan, di dalam pasar itu sangat kumuh dan saluran air drainase mampet sehingga musim hujan bisa banjir dan becek, termasuk melubernya pedagang ke luar pasar hingga terjadi kemacetan,” ujar Alan, Selasa (19/11/2019).

Alan menilai pasar Sentol masih banyak yang perlu diperbaiki, diantaranya lahan parkir yang belum memadai, penataan lapak pedagang, akses jalan yang sempit, dan pengelolaan pasar tradisional yang masih menyatu dengan pasar hewan.

Atas kondisi tersebut legislator asal Kedungdung ini menuding ada pembiaran dan tidak sinerginya antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Dinas terkait mengabaikan kewajibannya karena sebenarnya di pasar Sentol ada lima petugas berwenang baik petugas kebersihan keamanan dan lainnya, namun faktanya pasar tetap kumuh dan kurang rapi, nanti kita panggil dinas terkait untuk mengevaluasi dan kita undang Muspika, Dishub dan Satpol PP,” kata Alan.

Saat ini, pembangunan revitalisasi pasar Sentol oleh pelaksana CV Makmur dianggarkan sebesar Rp 1,6 miliar dari dana APBN tahun 2019 sedang berlangsung. Progresnya masih sekitar 51 persen dari kontrak kerja sejak 19 Juli sampai 19 Desember 2019 atau tersisa 25 hari lagi.

“Pelaksana harus dikebut pengerjaan revitalisasi pasar, tapi harus menjaga nilai dan kualitas bahan, karena idealnya sekarang sudah 75 persen, masak sisa 25 hari masih progres 51 persen, terancam molor pasti,” tegas Alan.

Juru bicara CV Makmur Fadil, mengakui ada keterlambatan pengerjaan karena kendala dilapangan. Bahkan pihak konsultan pengawas juga sudah memberikan surat teguran sebanyak dua kali.

“Kami tetap yakin bisa menyelesaikan sebelum melampaui batas waktu yang ditetapkan, nanti kita kebut pengerjaannya dan lembur, konstruksi bangunan bagian atas sudah terpasang, sekarang fokus kios dan los di bawah,” tutur Fadil.

Sementara Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Sampang Sapta Nuris Ramlan sedikit memberikan keterangan kepada wartawan. Ia hanya menyampaikan, akan mengevaluasi molornya pembangunan revitalisasi pasar.

“Memang ada keterlambatan pengerjaan, kami evaluasi terus, kami usahakan selesai tepat waktu sesuai kontrak, kalau tidak bisa dananya tidak akan dicairkan,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.