Pak Haji di Sampang Terlibat Kasus Penipuan Berkedok Umrah

Haji Razak diamankan polisi terlibat kasus penipuan berkedok umroh. Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang W. S menunjukkan barang bukti sisa uang korban yang digelapkan, Jumat (1/11/2019). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang menangkap H. Razak (47), pemilik travel umroh bodong PT Royal Mandiri. Tersangka digelandang lantaran menipu seorang calon jemaah hingga Rp 116 juta. Travel bodong ini ternyata tidak terdaftar di Kementerian Agama.

Penipuan berkedok umroh terungkap saat tiga korbannya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Pria asal warga Jalan Kramat I, Kota Sampang, terbilang lihai karena bisa menipu para korban salah satunya seorang kyai di Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, inisial SS.

Sejak Mei 2019 lalu korban dijanjikan berangkat umroh ke tanah suci Mekah, namun hingga kini belum juga diberangkatkan.

“Tersangka melakukan penipuan bermodus menawarkan jasa pemberangkatan umrah, ada tiga korban yang sudah bayar ke Pak Haji ini tapi hanya dijanjikan saja, satu korban ditipu ratusan juta,” ujar Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro, Jumat (1/11/2019) pagi.

Mantan Kapolres Trenggalek itu menjelaskan, Razak menyanggupi pemberangkatan umroh dengan membayar Rp 46 juta setiap orang. Biaya itu bisa dibayar dengan cara dicicil. Tergiur tawaran tersangka, korban menyerahkan uang senilai Rp 21 juta.

Lantaran ada kekurangan biaya pemberangkatan, Razak menagih kepada SS untuk segera melunasi. Karena terdesak korban akhirnya menyerahkan satu unit mobil Karimun kepada tersangka untuk dijual.

“Mobilnya terjual seharga Rp 90 juta, setelah berangsur lama tersangka juga tidak mengembalikan sisa penjualan mobil dan tidak memberangkatkan umroh, akhirnya korban melapor,” jelasnya.

Tersangka dijerat pasal 378 KUHP subsider 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Polisi juga mengamankan barang bukti selembar surat pernyataan, bukti rekening, dan uang tunai sebesar Rp 20 juta sisa uang korban yang digelapkan.

Sementara Media Madura mengklarifikasi ke Kementerian Agama Kabupaten Sampang untuk memastikan keabsahan travel umroh PT Royal Mandiri.

Kepala Seksi Umroh dan Haji Kemenag Sampang Fathurrahman, menyampaikan agen travel umroh PT Royal Mandiri tidak terdata di Kementerian Agama alias tidak resmi.

“Tidak terdata setelah di kroscek di aplikasi Umroh Cerdas, silahkan tanyakan SK pendiriannya,” terang Fathurrahman.

Dirinya menghimbau agar masyarakat lebih selektif dalam memilih biro travel umroh maupun haji khusus. Sebisa mungkin, kata Fathurrahman, jangan tergiur paket murah maupun mudah yang ditawarkan.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.