Bejat, Guru Madrasah di Sumenep Ngaku 3 Kali Cabuli Santrinya

Pelaku (sarungan) saat digelandang Polres Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Sungguh bejat apa yang dilakukan GF (45), seorang guru madrasah di Desa Ban Raas Kecamatan Dungkek, Kepulauan Giliyang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Betapa tidak, ia yang dikenal sebagai tokoh masyarakat tersebut diduga mencabuli salah seorang santrinya inisial SR. Bahkan atas perbuatannya itu, ia ditangkap Sat Reskrim Polres Sumenep, Selasa (29/10/2010) kemarin.

Dalam keterangannya, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S menerangkan, dari hasil pemeriksaan, GF mengaku sedikitnya telah tiga kali melancarkan aksi bejatnya itu.

“Kejadian pertama dan kedua terjadi pada bulan Juni 2019 lalu, masing-masing di ruang kelas Madrasah Nurul Iman dan di sebuah hotel di Sumenep. Lalu terakhir pada bulan September di sebuah kandang ayam,” beber Widi, Rabu (30/10/2019).

Menurut Widi, antara korban dan pelaku memang terlibat hubungan asmara, sehingga dengan mudah pelaku melakukan bujuk rayu dan terjadi beberapa kali persetubuhan.

“Kita masih akan terus mendalami kasus ini, untuk mengungkap kemungkinan adanya korban-korban lain. Sementara ini, pelaku terancam Pasal 81 ayat (1), (3) dan Pasal 82 ayat (1), (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” jelasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.