Kepala DPMD Kabupaten Sampang Malik Amrullah. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang mencatat ada 30 desa di Sampang belum membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu disampaikan Kepala DPMD Malik Amrullah.

“Dari 180 desa hanya ada 30 desa yang belum bentuk BUMDes, tapi target kami akhir 2019 semua sudah dibentuk,” ujarnya, Selasa (29/10/2019).

Menurut Malik, dari jumlah itu ada 74 BUMDes yang dibentuk sudah aktif berkembang dan dikelola dengan baik oleh pemerintahan desa. Bahkan, 9 diantaranya berkembang pesat mengikuti sejumlah event dalam mengelola sumber dan potensi lokal yang ada di desa.

BUMDes yang berkembang pesat itu terdapat di Kecamatan Robatal, Pengarengan, Camplong, Banyuates, Tambelangan, dan lainnya.

“BUMDes yang dikelola mengenai potensi lokal seperti batik, manik dari kerang, tikar, dan berbagai potensi alam lainnya,” ungkap Malik.

Lebih lanjut Malik menerangkan, untuk pengelolaan potensi alam seperti destinasi wisata Pantai Lon Malang di Desa Bire Tengah, Sokobanah. Nantinya tahun 2020 akan ada destinasi wisata Hutan Mangrove dan Wahana Perahu yang disertai berbagai kuliner di wilayah Kecamatan Sreseh.

“Untuk destinasi wisata di Sreseh ini yang mengelola BUMDes di lima desa yakni Desa Marparan, Desa Junok, Desa Disanah, Desa Klobur, dan Desa Labuhan, sekarang tahap penyusunan,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.