Ketua DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir

Sumenep, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep gagal melaksanakan paripurna pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Senin (7/10/2019).

Menurut rencana, paripurna tersebut mengagendakan AKD berupa Badan Musyawarah (Bamus), Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi-komisi.

Namun, agenda tersebut kandas dan paripurna ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan. “Saya akan langsung panggil ketua-ketua fraksi untuk rapat lanjutan dan menentukan kapan paripurna lagi,” kata Ketua DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir.

Hamid menerangkan, batalnya pembentukan AKD dilatarbelakangi karena adanya beberapa fraksi yang belum menyetorkan nama-nama untuk dimasukkan dalam struktur.

“Ada yang mengajukan, namun ditarik kembali. Ada pula yang hanya mengajukan untuk komisi-komisi. Sedangkan untuk Bamus dan Banggar tidak diajukan,” jelasnya.

Menurut Politisi PKB ini, pembentukan AKD memang berbeda dengan agenda kedewanan lainnya, karena bergantung kepada dinamika politik masing-masing parpol dan fraksi.

“Dinamika seperti ini biasa, jita lihat lah nanti. Yang penting semua bisa selesai dengan cara musyawarah mufakat,” tutupnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.