Mengenakan rompi merah Moh Jupri Riyadi keluar dari ruang pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Sampang, Senin (7/10/2019) pukul 14.19 WIB. (Zainal/MM).

Sampang, (Media Madura) – Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi menghadiri pemeriksaan Kejaksaan Negeri Sampang, Senin (7/10/2019) siang.

Tersangka kasus dugaan korupsi ambruknya gedung SMPN 2 Ketapang yang kini telah ditahan itu diperiksa sebagai saksi untuk ketiga tersangka atas kasus fee proyek SDN Banyuanyar 2.

“Jupri diperiksa sebagai saksi kasus fee proyek SDN Banyuanyar 2 untuk tiga tersangka yakni Edi Purnama, Mohammad Edi Wahyudi, dan Akh Rojiun,” ucap Kasi Pidsus Kejari Sampang Edi Sutomo ditemui diruangannya.

Edi Sutomo mengatakan, Jupri diperiksa dengan 22 pertanyaan mengenai kasus fee proyek. Dalam pemeriksaan itu tersangka didampingi oleh lima orang kuasa hukum.

Selain itu, penyidik juga memperkirakan total penarikan fee proyek DAK tahun 2018 sebesar Rp 1 miliar.

“Secara teknis tidak bisa disampaikan, namun dia diperiksa masih sebagai saksi, total fee proyeknya Rp 1 miliar,” ujarnya.

Usai diperiksa, Jupri yang didampingi kuasa hukumnya dikembalikan ke Rutan Kelas II Sampang.

Kasus fee proyek SDN Banyuanyar 2 menyeret tiga tersangka. Diantaranya, Kasi Sarpras Bidang SD Disdik Sampang Akh Rojiun (AR), stafnya Mohammad Edi Wahyudi (MEW), dan
Edi Purnawan (EP) menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Banyuanyar 4 dan 5.

Reporter : Zainal
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.