Curhat Penjual Tembakau, 20 Hari Bertahan di Gudang, Pulang Ditagih Hutang

Sumenep, (Media Madura) – Kedatangan Ketua Sementara DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Hamid Ali Munir ke salah satu gudang pembelian tembakau, Kamis (19/9/2019) siang menyita perhatian para pelaku niaga tembakau di gudang tersebut.

Alhasil, sidak wakil rakyat tersebut menjadi ajang curhat dan menyampaikan aspirasi. Para tengkulak dan petani tembakau yang kebetulan ada di gudang itu meminta agar tembakau yang ada di Sumenep segera dibeli.

Tidak itu saja, salah seorang tengkulak dengan emosional bercerita jika dirinya dan beberapa rekannya sudah belasan hari bertahan di gudang itu menunggu pihak gudang membeli tembakaunya.

“Kami sudah sekitar setengah bulan pak ada di sini, ada yang 20 hari. Menunggu gudang membeli tembakau kami,” kata salah seorang tengkulak, Madruka di hadapan Hamid Ali Munir.

Dia mengaku, gudang yang dijadikan acuan untuk mengirimkan tembakau hasil tengkulak, kini tak lagi membelinya. Dan saat ini, ada sekitar 500 bal tembakau yang sedang nganggur.

“Tembakau kami tidak laku pak, padahal tembakau yang kami bawa sudah berkualitas bagus,” tuturnya.

Di tengah kegelisannya dia meminta agar wakil rakyat itu benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat. “Saya sudah tidak tau lagi harus bagaimana pak, yang ingin kami minta tolong kami agar tembakau kami laku terjual. Karena kami sudah ditagih sama para petani di rumah,” harapnya.

Di kesempatan itu, Hamid Ali Munir mengatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah dalam waktu dekat dengan berkirim surat ke pihak gudang yang biasa melakukan pembelian.

“Setelah beberapa kali kami menerima aduan dari masyarakat terkait tembakau ini, kami dalam waktu dekat akan berkirim surat ke pihak perusahaan tembakau,” katanya.

Hamid mengutarakan, bahwa harga yang dipatok oleh perusahaan sudah bukan sewajarnya. Selain itu, perusahaan apabila sudah tak lagi ingin membeli tembakau pekebun, harusnya ada sosialisasi sebelumnya.

“Kalau perusahaan sudah tak lagi melakukan pembelian tembakau, ya ngomong dong. Sosialisasi. Jangan sampai pekebun menanam tapi tidak dibeli,” tegasnya.

Di samping itu, ia juga meminta negara atau pemerintah hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi seperti saat ini. Sebab, bagi masyarakat Madura tembakau tetaplah daun emas yang diharapkan menguntungkan setiap musimnya.

“Yang jelas negara harus hadir di sini. Mereka petani adalah rakyat yang butuh untuk diperjuangkan. Mereka telah keluar modal yang tidak sedikit. Saya tahu, untuk bertani tembakau mereka ada yang harus ngutang, ada yang gadai emas dan lainnya,” tegasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.