Ismail

Pamekasan, (Media Madura) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyebut data warga miskin di bumi Garbang Salam masih amburadul.

Anggota DPRD Pamekasan, Ismail menuturkan, Basis Data Terpadu (BDT) yang ada di beberapa instansi masih dipertanyakan kevalidannya. Sebab, masih banyak ditemui ketidaksesuaian antara data dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“BDT atau apalah namanya, masih tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” katanya, Jumat (6/9/2019).

Faktanya, tambah Ismail, warga di bumi Gerbang Salam masih banyak ditemui tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sementara kondisinya sangat pantas untuk mendapatkan bantuan.

“Banyak bantuan kepada warga yang tidak tepat sasaran. OPD semestinya meningkatkan kinerja lebih maksimal dalam menyediakan data tentang kemiskinan. Data harus valid dan tepat sasaran,” tambahnya.

Ismail mengkritik, sejauh ini OPD masih mengacu pada data lama atau belum mempunyai data yang kredibel dan valid tentang keluarga kurang mampu.

“Data yang digunakan masih data lama. Bahkan ada yang sudah meninggal masih terdata,” tegasnya.

“Pemkab dan OPD untuk bersama-sama melakukan pendataan secara terpadu dan terintegrasi,” tegasnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.