Kasi Pidsus Kejari Sampang Edi Sutomo. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Sampang Edi Sutomo, mengungkapkan penarikan fee proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang dilakukan tersangka AR (Akh Rojiun) tak hanya satu sekolah, melainkan beberapa sekolah penerima proyek.

Temuan itu hasil pengembangan kasus yang telah memanggil 35 kepala sekolah untuk dimintai keterangan sebagai kelengkapan berkas perkara. Dalam kasus dugaan korupsi fee proyek SDN Banyuanyar 2 ini menjerat tersangka AR Kasi Sarpras Bidang SD Dinas Pendidikan Sampang dan stafnya Mohammad Edi Wahyudi (MEW).

“Kita menemukan fakta baru pengembangan kasus fee proyek, bahwa tersangka menarik fee bukan hanya satu sekolah, tapi beberapa sekolah lain, ini yang sedang kami telusuri terus,” ucap Edi kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Saat ini, penyidik Kejari Sampang meminta keterangan terhadap 35 kepala sekolah perihal alur distribusi penarikan fee proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Dalam pemeriksaannya sejumlah saksi dicecar sebanyak 15 pertanyaan.

“Dari 35 kepala sekolah ada 27 yang memenuhi pemanggilan, sisanya berhalangan hadir,” terangnya.

Edi menambahkan, pihaknya akan kembali memanggil sejumlah kepala sekolah. Karena total ada 75 kepala sekolah yang masih harus dimintai keterangan lanjutan.

“Ini dilakukan untuk dinaikkan ke proses penuntutan JPU dan siap disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya,” jelasnya.

Menurut salah satu kepala sekolah SD di Kecamatan Pangarengan, MT, membenarkan adanya penarikan fee proyek yang dilakukan oleh tersangka AR.” Memang ada penarikan, karena itu kita dimintai keterangan sesuai apa yang terjadi di bawah,” singkat MT disela-sela pemeriksaan.

Diketahui, penahanan dua tersangka kasus dugaan korupsi fee proyek di Rutan Kelas IIB Sampang diperpanjang selama 40 hari ke depan. Perpanjangan waktu penahanan ini untuk memenuhi kelengkapan berkas perkara.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.