Sampang, (Media Madura) – Direktur CV Amor Palapa, Abd Aziz (AZ) ditahan Kejaksaan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (8/8/2019) siang. Penahanan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21.

Ia diduga korupsi kasus ambruknya proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2017.

“Hari ini tahap II, sehingga AZ tersangka kasus dugaan korupsi SMPN 2 Ketapang dilakukan penahanan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Sampang Edi Sutomo kepada wartawan.

Abd Aziz ditahan di Rutan Kelas IIB Sampang selama 20 hari ke depan dalam proses penyidikan. Penyidik menahan AZ dengan alasan subyektif, yakni sesuai pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Takut melarikan diri, takut menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya,” ujar Edi.

Dirinya mengatakan, kemudian alasan obyektif berdasarkan pasal 21 ayat (4) KUHAP, penahanan tersangka karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara.

“Tersangka disangka melakukan tindak pidana pasal 2 pasal 3 junto pasal 7 Undang-Undang tindak pidana korupsi,” tuturnya.

Untuk selanjutnya, Kejari Sampang tinggal menyiapkan berkas dakwaan. Kasus ambruknya gedung SMPN 2 Ketapang tersebut ada empat berkas perkara yang telah dikirim oleh penyidik Polres Sampang.

“Semua berkas sudah dikirim ke Kajaksaan oleh Polres, baru satu berkas sudah P21, yang tiga berkas masih kita teliti,” pungkasnya.

Diketahui, kasus ambruknya gedung sekolah di Ketapang itu menyeret dua pejabat Dinas Pendidikan Sampang Inisial J, dan R. Saat itu, J diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan R sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Sementara Abd Aziz sebagai pihak konsultan pelaksana.

Dalam kasus ini, kegiatan pembangunan RKB dianggarkan senilai Rp 134 juta. Proyek itu dikerjakan oleh inisial MT dengan meminjam kepada Abd Aziz selaku Direktur CV Amor Palapa.

Abd Aziz diberi uang Rp 2,5 juta setelah berhasil meminjamkan CV. Ditengah perjalanan, ternyata MT masih melemparkan pekerjaan proyek tersebut kepada NR, nilainya pun menjadi kecil yaitu Rp 75 juta.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.