Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Tego S Marwoto

Sumenep, (Media Madura) – Simpang siur operasi tangkap tangan (OTT) pegawai Puskemas Pragaan oleh jajaran Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur akhirnya menemui titik terang.

Polisi yang sebelumnya bungkam, akhirnya membeberkan kronologis dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus yang telah menyita perhatian publik dalam dua hari terakhir ini.

Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Tego S Marwoto dalam keterangan persnya menyatakan, bahwa ‘OTT’ tersebut terkait pemotongan dana kapitasi yang merupakan hak bidan dan pegawai Puskesmas.

“Kalau dibilang OTT terlalu berlebihan ya mas. Peristiwa ini adalah hasil pengembangan dari laporan masyarakat terkait dugaan pemotongan dana kapitasi,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Bahwa pihaknya telah memeriksa empat orang terkait itu pada bulan Juli kemarin. Lalu pada Senin malam pihaknya menerima informasi jika pada esok paginya akan ada bidan yang akan menyetorkan potongan itu.

“Di situlah saya dan tim turun ke sana, dan menemukan seorang bidan sedang transaksi atau menyetorkan dugaan dana potongan kapitasi itu,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Tego, pihaknya langsung mengamankan tiga orang yang ada di TKP, yakni bidan si pemberi bernama Poniti, dan dua orang oknum yang terdiri seorang bendahara bernama Rini dan TU Puskemas bernama Mursyid.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Ketiganya kami lepas dan hanya wajib lapor. Selanjutnya, kasus ini akan kami dalami dengan memeriksa pihak-pihak lain. Jadi, status ketiganya saksi belum tersangka,” bebernya.

Dari operasi Saber Pungli, polisi tidak hanya mengamankan tiga orang, tapi juga menemukan barang bukti berupa uang tunai Rp 1 juta. Uang tersebut diduga setoran dari dana kapitasi tersebut.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.