Jasad korban usai di bawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan, Selasa (6/8/2019) malam. (Ryan Hariyanto/MM).

Bangkalan, (Media Madura) – Kepolisian Resort Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih menyelidiki kasus pembunuhan dua korban yang ditemukan bersimbah darah di Desa Tona’an, Kecamatan Burneh.

Korban diketahui bernama Sinol (30) warga Desa Perreng, Burneh, dan Farida (25) warga Desa Pandan Lanjeng, Kecamatan Arosbaya. Keduanya ditemukan dengan kondisi luka bacok pada Selasa (6/8) malam.

“Anggota Polsek Burneh bersama tim opsnal dan piket reskrim sedang melakukan olah TKP untuk menyelidiki kasus pembunuhan itu,” ujar Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno, Rabu (7/8/2019).

Suyitno mewakili Kapolres AKBP Boby Palu’din Tambunan, menuturkan kasus pembunuhan tersebut diduga berlatar belakang masalah asmara.

“Info sementara yang kami himpun dari sejumlah pihak, kasus pembunuhan itu bermotif asmara atau perselingkuhan,” jelasnya.

Dari keterangan ibu korban (Farida-Red), lanjut Suyitno, status pernikahannya dalam proses cerai dengan suaminya, inisial MZM warga Desa Mragung, Kecamatan Socah.

“Surat perceraian korban dan suaminya itu belum keluar,” terangnya.

Sebelum kejadian pada pukul 19.30 WIB, Sinol tengah membonceng Farida mengendarai sepeda motor Kawasaki warna hitam. Tepat di lokasi kejadian di Jalan Raya Binoh atau timur Pasar Tona’an, kedua korban dihadang oleh seorang pria tak dikenal.

Pelaku langsung membacok Sinol hingga meninggal dunia. Sementara Farida sempat melarikan diri ke area persawahan namun dikejar dan dibacok oleh pelaku.

Dua jasad korban langsung diibawa ke ruang pemulasaraan jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan.

“Korban yang laki-laki mengalami luka bacok di wajah, leher, dan kaki kiri, sementara yang perempuan luka bacok di leher dan paha,” imbuhnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.