Pihak YPS saat menggelar konferensi pers di kantornya

Sumenep, (Media Madura) – Pasca eksekusi status kepemilikan Asta Tinggi oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (17/7/2019), dua pihak yang bersengketa memiliki sikap berbeda.

Yihak Yayasan Penembahan Somala (YPS) selaku penggugat dan dinyatakan menang, mengaku akan langsung ambil alih Asta Tinggi, sementara Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti) masih akan melawan.

“Hari ini kami tempati,” tegas Kuasa Hukum YPS, Molyono Subagyo.

Sementara saat disinggung bakal ada perlawanan dari pihak Yapasti, Molyono mengaku pihaknya siap menggadapi.

Yapasti sendiri dikabarkan akan tetap mempertahankan haknya mengelola asta raja-raja Sumenep itu dengan berlandaskan surat Bupati Sumenep dan keputusan Gubernur Jawa Timur No. 188/250/KPTS/013/2014/.

“Itu kan bohongi gubernur. Gubernur mengeluarkan itu karena dibohongi saja,” tuding Molyono.

Sementara itu, Kuasa Hukum Yapasti, Farid Fathoni mengatakan, bahwa para penjaga Asta Tinggi, secara turun temurun mendapatkan surat keputusan Bupati Sumenep sebagai pemilik Asta Tinggi.

“Mereka (berhak) untuk mengatur, memelihara, membersihkan, serta menjaga keamanan dan bertanggung jawab kepada Bupati Sumenep,” ujarnya dalam rilis yang dibagikan.

Seperti diberitakan, Panitera PN Sumenep, Supriadi mengatakan dalam putusannya, bahwa Asta Tinggi yang terletak di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep menjadi aset Yayasan Penembahan Somala (YPS).

“Asta Tinggi yang merupakan objek wisata religius adalah Aset Yayasan Penembahan Somala (YPS) atau pihak penggugat,” ucapnya saat membacakan putusan di depan Asta Tinggi.

Dalam eksekusi tersebut, ratusan aparat keamanan yang terdiri dari Polisi, TNI, dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP melakukan pengamanan.

Selama kurang lebih 12 tahun, lahan dan pengelolaan Asta Tinggi yang sebelumnya dikelola Yapasti digugat oleh YPS. Namun, sejak putusan ini, ke depan objek wisata religi akan dikelola oleh YPS.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.