Uang korupsi pasar Pragaan Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan eksekusi barang bukti penyelamatan dan pengembalian keuangan negera sebesar Rp 699.008.000.

Uang tersebut merupakan hasil tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan dan rehabilitasi Pasar Pragaan tahun 2014 dengan terpidana Baburrahman dkk.

“Kami selaku eksekutor wajib mengembalikan uang kerugian ini ke Kasda melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” terang Keajari Sumenep, Bambang Panca Wahyu Hariayadi, Selasa (16/7/2019).

Menurut Bambang, pengembalian uang tersebut berdasarkan petikan salinan putusan dan putusan majelis hakim bahwa kerugian tersebut harus dikenbalian ke negara.

“Dalam perkara korupsi itu yang paling penting adalah penyelamatan keuangannya, kita sidang pakai uang negara. Kalau sekedar memenjarakan orang rugi kita,” tandasnya.

Sebelumnya, dua terdakwa kasus korupsi Pasar Pragaan, Baburrahman dan Koko Andriyanto divonis 1,6 tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (25/4/2019).

Dalam kasus ini, Baburrahman merupakan pelaksana proyek fisik dan Koko Andriyanto selaku konsultan pengawas.

Proses hukum telah mengungkap pekerjaan fisik renovasi pasar tradisional yang bersumber dari dana DAK Tahun 2014 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan nilai kontrak pekerjaan fisik Rp 2.456.456.000.

Pekerjaan fisik pasar tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, volume dan RAB yang tercantum dalam kontrak. Dari penyimpangan itu, menyebabkan kerugian negara hingga Rp 676.857.499,53.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.