KPU Pamekasan Buka Puluhan Kotak Suara Pemilu

Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Madura, Jawa Timur membuka puluhan kotak suara yang berisi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu.

Dibukanya puluhan kotak suara itu untuk melengkapi alat bukti terkait sengketa Caleg DPRD Kabupaten dari Partai PPP di Dapil 4 dan Partai Golkar di Dapil 1, Caleg DPRD Provinsi dari Partai PKB serta Caleg DPR RI dari Partai Gerindra dan Partai Berkarya.

“Atas rekomendasi Bawaslu RI, maka ada beberapa kotak suara yang dibuka, yakni Dapil 1 Soal sengketa Golkar, dapil empat sengketa PPP dan Gerindra di Pegantenan,” kata salah satu Komisioner KPU Pamekasan, Moh Amiruddin, Rabu (3/7/2019).

Prosesnya, KPU yang diawasi Bawaslu kabupaten dan pihak kepolisian itu mengambil formulir C1 hologram, DA1 atau plano hologram, dan C7 atau daftar hadir.

“Itu semua sebagai bahan di sidang MK di Jakarta,” tambah Amir.

Di Pamekasan, ada lima calon legislatif (Caleg) yang mengajukan banding, tuntutannya ada dua macam, pertama ada yang menuntut untuk dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU), kedua ada yang menuntut untuk dihitung ulang.

“Yang menuntut PSU caleg PPP dari dapil 4, yaitu Ubaidillah dan itu hanya di dua TPS, yakni TPS 25 dan TPS 26 Desa Kadur,” tuturnya.

Sementara itu caleg dapil 1 dari Partai Golkar, Sucahyani menuntut untuk dihitung ulang. Untuk Caleg DPRD Provinsi dari Partai PKB, Nur Faizin, juga menuntut dihitung ulang hanya di Kabupaten Bangkalan, Pamekasan merupakan imbasya saja.

Untuk Caleg DPR RI dari Partai Gerindra menuntut hitung ulang hanya di Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan. Sementara untuk Caleg DPR RI dari Partai Berkarya menuntut hitung ulang di seluruh Dapil 11 (se-Madura).

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here