Warga melintas di depan proyek videotron yang terhenti karena putus kontrak, Kamis (25/4/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menganggarkan Rp 842 juta untuk program pengadaan videotron tahun anggaran 2018. Dari dana yang bersumber dari PAK itu hanya terserap 30 persen atau 220 juta.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Diskominfo Kabupaten Sampang Amrin, mengatakan tidak terserapnya dana ratusan juta tersebut dikarenakan pengadaan layar berukuran 16 meter persegi yang diimpor dari luar negeri mengalami keterlambatan. Sehingga PT Wiraharja Graha Software asal Surabaya selaku pihak rekanan terpaksa diputus kontrak akibat melebihi tahun anggaran.

“Ya pengadaan videotron yang dipasang di Monumen itu diputus kontrak, kalau kontrak kerjanya selama 50 hari sejak November sampai 28 Desember, jadi hanya terserap 30 persen dari dana Rp 842 juta,” ujar Amrin dihubungi media madura, Kamis (25/4/2019) malam.

Sejauh ini, progres pengerjaan 30 persen baru dilakukan untuk pemasangan kerangka besi videotron. Pemasangan layar masih menunggu pengesahan anggaran 2019 dari sisa dana yang tidak terserap.

“Semoga tahun ini bisa disahkan dan dilelang untuk melanjutkan pengerjaan proyek videotron, tinggal layar LED saja dipasang, kerangka sudah dipasang,” tuturnya.

Sementara, Mujianto (37) warga Sampang, berharap pemerintah segera melanjutkan pengerjaan videotron demi keindahan kota maupun kemudahan publik mendapatkan informasi. Sekaligus menjadi promosi pemerintah secara umum.

“Sangat bagus kalau di Sampang dipasang videotron, banyak manfaatnya selain untuk informasi pendidikan juga mendorong pengembangan daerah,” ungkapnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.