Kondisi pasar hewan terpadu di Pakandangan Sangra Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Hingga kini, keberadaan Pasar Hewan Terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep tekesan mubazir. Sebab, pasar yang menelan dana kurang lebih Rp 2,3 miliar itu tidak dimanfaatkan dengan baik.

Buktinya, pedagang hewan enggan untuk berdagang di pasar tersebut, padahal tempat itu dicanangkan mejadi pusat transaksi hewan ternak. Namun, sejumlah pedagang malah memilih berjualan di Pasar Pahlawan, Kecamatan Kota.

Maklum, pasar Pahlawan dinilai lebih produktif untuk pendapatan para pedagang sebab banyak pembeli yang datang. Bahkan, sejumlah pedagang malah merasa nyaman berdagangan di tempat yang sebenarnya tidak diperbolehkan oleh Pemkab Sumenep itu.

“Kami sangat kecewa keberadaan pasar hewan yang tidak ditempati, dan malah mangkrak sampai detik ini. Padahal, anggarannya cukup besar, namun manfaatnya tidak maksimal,” kata Sekretaris Komisi II Suharinomo, Rabu (24/4/2019).

Padahal, sambung dia, dalam pembangunannya diharapkan semua pedagang sapi bisa berjualan di pasar itu, karena tempat tersebut diproyeksi akan menjadi pusat transkasi perdagangan hewan sapi.

“Ternyata, keberadanya tidak jelas, saat ini tidak ada pedagang hewan yang berdagang di tempat itu. Bahkan, mereka memilih tempat lain. Ini kan sangat aneh. Tempat ada dengan anggaran besar, namun pedaganganya tidak mau. Kan sangat aneh, berarti ada yang salah,” ujarnya.

Menurut politisi PAN yang dikabarkan terpilih lagi ini, seharusnya sebelum melakukan pembangunan sudah dilakukan kajian termasuk kelayakan lokasi. Sehingga, saat sudah terlanjur dibangun namun tak diminati.

“Pembangunan itu harus ada kepastian akan menjadi daya tarik pedagang untuk menggelar dagangannya di sekitar tempat itu. Lokasinya di pinggir jalan namun tidak ada yang menempati sama saja dengan bohong,” tegasnya.

Untuk itu, menurut Politisi PAN ini, pihaknya meminta instansi terkait dalam Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mencari solusi agar bangunan itu bisa dimanfaatkan.

“Harus ada solusi yang jitu supaya pedagang mau berjualan hewan sapi di pasar terpadu itu. Entah penambahan fasilitas, atau hal-hal lain yang bisa menarik pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli sapi di pasar Sapi Pakandangan Sangra ini. Ini akan menjadi pertaruhan pemerintah,” tukas legislator dari daerah pemilihan (dapil) VI ini.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.