Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun di kantornya, Kamis (18/4/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Bawaslu Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus mengidentifikasi sejumlah dugaan pelanggaran yang terjadi di wilayah itu. Termasuk akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Sampang Insiyatun. Ia mengatakan, bila terbukti benar, Bawaslu segera mengeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) bagi TPS yang terindikasi melakukan kecurangan.

“Kemungkinan itu pasti ada (PSU-red), dari hasil klarifikasi dan investigasi nanti kita sampaikan berapa TPS yang akan PSU dari 3.691 TPS di Sampang,” ungkap Insiyatun ditemui di kantornya, Kamis (18/4/2019).

Sejauh ini, lanjut Insiyatun, segala indikasi pelanggaran pada pelaksanaan pemilu 2019 telah ditindaklanjuti bersama komisioner lainnya di lima zona dari 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang.

“Kita turun bersama lima komisioner di lima zona dari 14 kecamatan, disaat itu ada indikasi pelanggaran kita cegah, semisal kejadian di Robatal, tetapi yang memang perlu investigasi lanjut dan klarifikasi tentang indikasi pelanggaran kami masih tangani,” jelasnya.

Menyikapi itu, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM KPU Sampang Ahmad Ripto mengaku siap melaksanakan rekomendasi dari Bawaslu, jika memang akan dilakukan PSU.

“Apapun rekomendasi pengawas kami siap jika dimungkinkan untuk PSU, tetapi kami menunggu kajian terlebih dahulu,” tegasnya.

Kendati begitu, KPU meminta Bawaslu untuk memproses segala laporan dugaan pelanggaran pemilu secara konstitusional serta aturan yang berlaku.

“Diproses dulu, dimana letak permasalahannya baru nanti diketahui, apakah salah secara tekhnis atau memang ada unsur kesengajaan pelanggaran,” tandasnya.

Diketetahui, indikasi kecurangan pelaksanaan pemilu di Sampang terjadi di beberapa TPS. Misalnya di TPS 07 Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates.

Akibat ada perebutan mandat saksi Caleg Partai Hanura Dapil IV, Farfar, memicu kericuhan antar kelompok. Yaitu pihak Pj Kades Ketapang Daya Kecamatan Ketapang, Widjan dengan kelompok Muara Cs.

Bentrokan inilah menyebabkan jatuhnya korban karena luka tembak di tangan. Korban merupakan pihak keluarga kelompok Ketapang Daya.

Kejadian lainnya, pencoblosan di TPS 13 Desa Bapelle Kecamatan Robatal mendadak dramatis. Tanpa alasan yang jelas, dua orang yang diduga pendukung Caleg membawa kabur satu kotak suara menggunakan mobil Ertiga nopol M 1697 HI.

Pelaku berhasil diamankan setelah petugas mengejar hingga di depan kantor Kecamatan. Polisi langsung membawa kotak suara ke tempat yang streril.

Dua kejadian tersebut semuanya berlangsung pada hari pencoblosan, Rabu 17 April 2019.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.