Lahan Bandara Kepulauan Sumenep Dinyatakan Tidak Layak

Bupati Sumenep A Busyro Karim di Bandara Trunojoyo
Advertisement

Sumenep, (Media Madura) – Lahan untuk penbangunan bandara di Kecamatan Arjasa, Pula Kangean Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dinyatakan tidak layak dijadikan landasan dan kawasan penerbangan.

Alhasil, lahan seluas 7 hektar yang berada di Desa Paseraman dan telah dibebaskan dengan anggaran Rp 1 miliar pada tahun 2016 tersebut terkesan sia-sia keberadaannya.

“Benar, hasil refisi fisibility studies atau uji kelayakan oleh Pemprov Jatim, lahan tersebut tidak layak,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Sustono, Selasa (9/4/2019).

Dijelaskan Sustono, untuk bisa digunakan sebagai kawasan penerbangan, harus dilakukan pengerukan di lahan tersebut, kemudian juga terdapat perbukitan yang menjadi penghalang penerbangan.

“Selain itu, di sekitar lahan juga terdapat kawasan perhutani yang dapat mengganggu penerbangan dan penyerahannya ke Pemprov,” jelasnya. 

Namun demikian, Sustono enggan menyebut lahan yang sudah terlanjur dibebaskan tersebut mubazir. Sebab menurutnya lahan tersebut masih bisa digunakan sebagai lahan fasilitas penerbangan. 

“Ya gak mubazir lah, kan masih bisa digunakan untuk lahan fasilitas pendukung penerbangan,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.