Petani Garam (dok/MM)

Sampang, (Media Madura) – Petani garam di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengaku kebingungan karena hasil panennya banyak yang tidak terserap oleh pihak perusahaan.

Moh Yanto petani garam di Sampang, mengatakan produksi garam miliknya saat ini yang belum terserap mencapai 100 ribu ton. Jumlah produksi itu hanya di satu lahan tambak.

“Belum lagi di lahan tambak garam wilayah Pangarengan, 100 ribu ton ini hanya di Polagan saja,” jelasnya, Rabu (27/3/2019).

Pemerintah Kabupaten Sampang mencatat selama musim panen tahun 2018, produksi garam mampu menghasilkan 346 ton, mulai kualitas 1 hingga kualitas 4.

Dari jumlah itu hanya terserap 256 ton oleh perusahaan. Sehingga saat ini masih tersisa 90 ribu ton garam petani belum terjual.

“Ada 90 ribu ton garam Sampang belum terserap,” ujar Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Sampang Moh Mahfud.

Selama ini garam petani hanya dibeli oleh tiga perusahaan, yakni PT Garam, PT Garindo dan PT Budiono. Pihak perusahaan beralasan belum terserapnya garam rakyat di Sampang karena persediaan garam di masing-masing perusahaan masih terpenuhi.

“Perusahaan itu kan tidak hanya membeli hasil panen garam wilayah Sampang melainkan dari daerah lainnya, kami yakin stok garam akan terjual sesuai ketentuan harga yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.