Postingan hoax yang tersebar di media sosial (istimewa).

Sampang, (Media Madura) – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi melaporkan salah satu pemilik akun facebook ke polisi karena menyebarkan konten hoax di sejumlah media sosial. Penyebar berita bohong itu rupanya seorang guru Madrasah di wilayah Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Rabu (27/3/2019).

“Pelakunya sudah diamankan sama polisi, ternyata dia (pelaku-red) warga robatal jadi guru sukwan dan lulusan Diploma III (DIII), waktu dipanggil polisi, justru nangis-nangis ke saya,” terang Slamet Junaidi saat mengisi acara Pers Gathering di Pendopo, Selasa (26/3) jmalam.

Informasi yang diterima, postingan akun facebook tersebut menyebarkan informasi jika Bupati Sampang memerintahkan seluruh kepala desa untuk kemenangan Calon Presiden Joko Widodo. Bahkan menyebut tentang keberadaan aparat kepolisian untuk berstrategi tampil netral.

Tak hanya itu, penyebar konten hoax itu juga memposting foto Bupati Sampang dengan Presiden RI Joko Widodo, yang kini maju menjadi Capres nomor urut 01.

Slamet Junaidi menegaskan, penyebar hoax harus diproses secara hukum sebagai upaya meredam penyebaran informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Karena berita hoaks sudah menyebar kemana-mana, maka tetap proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Mantan Anggota DPR RI, ini menuturkan jabatan Bupati merupakan jabatan politik, sehingga tidak ada persoalan manakala berafiliasi politik dengan salah satu calon.

“Saya berangkatnya dari politik, beda dengan ASN, kalau ASN harus netral, yang parah ada tuduhan hoaks bahwa menuduh Bupati mengkondisikan kepala desa untuk pemenangan calon presiden tertentu, saya sebagai Bupati Sampang sangat dirugikan,” ungkapnya.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo belum bisa memberikan informasi apapun terkait penanganan kasus tersebut.

“Saat ini pimpinan ada agenda rapat di Polda Jatim, jadi nunggu instruksi pimpinan untuk memberikan pernyataan resmi,” tutur Puji.

Sementara Humas Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Sampang Faisol Ramdhani, membenarkan bahwa ada salah satu pegawai tenaga honorer Kemenag setempat inisial AR tiga hari lalu berada di kantor polisi.

“Terkait penanganaan kasus hukumnya yang saat ini berjalan, kami dari Kemenag Sampang menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.