Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur kompak kritik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 yang diduga menjiplak dari daerah Banten.

Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) DPRD Pamekasan, Bahrullah, menjelaskan, pada soal penanaman modal tertulis ‘Posisi Pamekasan yang strategis menempatkan Banten menjadi tujuan investasi, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN)’ hal itu dianggap sangatlah janggal.

“Bahkan, ada pula urusan pertanian terdapat penjelasan “Anak Lahir Pulang Bawa KK“, penjelasan tersebut tidak ada hubungannya dengan pertanian yang menjadi tanggung jawab Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan,” katanya, Jumat (22/2/2019).

Bahrullah menyayangkan adanya keteledoran pihak eksekutif dalam draf RPJMD tersebut. Padahal, itu sangat penting untuk pembangunan Pamekasan lima tahun ke depan. Pihaknya sangat kecewa atas kinerja eksekutif, apalagi masuknya draf RPJMD ke kursi DPRD sudah mepet ditambah lagi banyak penjelasan yang terkesan asal-asalan dan tidak siap.

“Itu keteledoran yang sangat fatal, banyak data yang dipakai tahun 2014-2016, padahal waktunya (merancang) sudah lama, seharusnya bupati sejak ditetapkan sebagai pemenang pemilu sudah ada tim transisi disitu sampai sekarang empat bulan lebih, seharusnya bisa memperbaiki data itu,” tambahnya.

Hal senada dikatakan oleh Anggota Komisi I DPRD Pamekasan, Rize Ikhwanul Muttaqien, dalam RPJMD tertuang visi dan misi bupati terpilih dan itu merupakan dokumen penting arah pembangunan Pamekasan dalam lima tahun ke depan. Sehingga tidak elok jika penyusunan RPJMD tersebut tidak serius.

“Dalam dokumen yang disampaikan ke DPRD, data yang ditemukan kurang akurat. Artinya, bagaimana kita mau merencanakan pembangunan dengan baik, kalau diawali dengan data yang kurang tepat,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Pamekasan itu.

Atas prilaku itu, pansus DPRD telah mengembalikan dokumen RPJMD kepada eksekutif untuk diperbaiki. Tetapi hingga kini belum ada respon untuk tindak lanjut dari perbaikan dokumen tersebut.

“Kami meragukan ‘Pamekasan Hebat’ betul-betul bisa terwujud. Karena diawali dengan data yang tidak akurat, kami meragukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, berjanji segera memperbaiki beberapa kekurangan dari RPJMD tersebut, termasuk soal penulisan yang menjadi catatan kesalahan.

“Ya nanti beberapa masukan itu, kita akan coba kroscek dan perbaiki sesuai petunjuk dan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Harapan kami di bulan dua (Februari) ini sudah tuntas. Sehingga kita akan segera menuntaskan beberapa agenda dan program kita,” jawabnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.