Bupati Sampang periode 2008-2013 Noer Tjahya ditemui di acara Poltera Sampang Jalan Raya Taddan. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Mantan Bupati Sampang periode 2008-2013, Noer Tjahya, memberikan saran dan masukan kepada pemerintahan H. Slamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat, Rabu (20/2/2019).

Menurut Noer Tjahya, untuk mempercepat perekonomian dan pembangunan menuju kesejahteraan di Sampang tidak cukup hanya mengandalkan dana dari APBD. Serta, kepemimpinan Slamet Junaidi agar tidak berdiam diri dan bisa memanfaatkan jejaringnya untuk menarik investor luar.

“Bupati jangan diam di tempat, gunakan jejaringnya kalau ingin memajukan Sampang, kalau haya mengandalkan APBD Sampang gak bisa bangun, cari dana itu minimal provinsi, atau Jakarta (dana pusat-red), apalagi bupatinya mantan DPR RI kan, saya kira lebih banyak kolega beliau,” ucap Noer Tjahya saat menghadiri acara di Poltera Sampang, Selasa (19/2) kemarin.

Noer Tjahya yang dikenal bapak pembangunan di Sampang ini mengatakan, ada dua modal penting dalam meningkatkan pembangunan. Yaitu terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan sosial. Hal itu sebagai upaya membawa perubahan daerah sebutan Kota Bahari tersebut dari kabupaten tertinggal di Jawa Timur.

“Karena begini Sampang inikan salah satu kabupaten yang sangat terbelakang, untuk supaya maju harus ada investasi, kalau ada investasi harus ada investor masuk, supaya investor masuk infrastruktur harus beres, sekarang ini SDM sudah jalan, tapi sosial harus ditingkatkan antara lain jejaring,” jelasnya.

Noer Tjahya mengaku hingga kini belum bertemu dengan H. Slamet Junaidi. Pertemuan itu rencananya dilakukan pada acara penyerahan BMBL di Poltera.

“Sampai saat ini belum ketemu, rencananya ketemu hari ini di sini (Poltera), mudah-mudahan dalam waktu dekat,” tuturnya.

Kendati demikian, Noer Tjahya menyampaikan akan selalu membuka pintu 24 jam bagi siapa pun yang ingin membangun perubahan di Sampang.

“Saya ngomong dengan bupati-bupati pengganti saya, kalau untuk membangun Sampang, 24 jam pintu terbuka,” ungkapnya.

Sementara Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menerima semua saran dan masukan Noer Tjahya. Dia menuturkan, pemerintah tetap berupaya menarik investor luar untuk bekerjasama dengan Pemkab.

“Saran dan masukan tentu harus diterima dari siapa pun elemen masyarakat, apalagi dari Pak Noer Tjahya sudah banyak tahu karena lima tahun memimpin Sampang,”

Terkait pengelolaan dana, Slamet juga mengaku pesimis untuk membangun Sampang jika hanya mengandalkan dana dari APBD. Semua itu tergantung dari tingkat kecerdikan seorang pemimpin daerah.

“Memang kalau mengandalkan APBD sangat pesimis bangun Sampang, tapi bagaimana tergantung kecerdikan seorang bupati untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar program kedepan dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor :

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.