Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiadi.

Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan merealisasikan semua proyek dengan anggaran di atas Rp 1 miliar di awal tahun.

Hal itu untuk mencegah adanya proyek putus kontrak dan penumpukan anggaran diakhir tahun, sebagaimana terjadi tahun lalu.

“Selama ini, proses lelang proyek kecenderungannya dilakukan pertengahan tahun sehingga terjadi penumpukan kegiatan diakhir tahun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiadi, Rabu (16/1/2019).

Bahkan kata Edy, di tahun 2018 banyak proyek tidak selesai dan terpaksa diputus kontrak karena melampaui deadline, diantaranya pembangunan Poli Anak di RSUD Dr. Moh. Anwar dengan anggaran Rp 15 Miliar.

“Kemduian Rumah Sakit Kepulauan Rp 4, 6 miliar, dan Pembangunan Jalan Pulau Sapudi senilai Rp 1 miliar,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas PU Bina Marga ini mengatakan, saat ini Bagian Layanan Pengadaan sebagai Organisasi Baru di Pemkab telah terbentuk dengan menunjuk pimpinannya, tinggal melengkapi stafnya saja.

“Proses pengadaan sejumlah proyek besar direncanakan mulai dilelang, sehingga Maret mulai dikerjakan dengan menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) dan pertengahan tahun bisa selesai,” paparnya.

Edy juga menyebutkan, proyek besar yang dianggarkan di APBD 2019, diantaranya pembangunan jalan lingkar utara Rp 15 miliar, RS Arjasa Rp 22 miliar, dan Gedung DPRD Rp 48 Miliar.

“Pemkab juga menggandeng Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri untuk melakukan pendampingan proyek agar sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.