Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mematau lokasi Pasar Margalela Jalan Syamsul Arifin, Kamis (10/1/2019) kemarin. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Sejumlah pedagang unggas atau burung yang berada di pasar Srimangunan dalam waktu dekat segera direlokasi ke pasar Margalela di Jalan Syamsul Arifin. Namun rencana itu belum sepenuhnya bisa diterima pedagang.

Salah satu pedagang burung, Moh Su’ud (37) mengatakan, dirinya enggan menempati pasar yang baru saja dibangun oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang itu karena diyakini pengunjung sepi.

“Sangat berat rasanya dan tidak setuju kalau pindah, semua pedagang disini sudah lama berjualan di pasar Srimangunan dan tidak pernah melanggar aturan, hanya jualan di bawah tangga kok, itu pun selama ini tidak ada pedagang maupun pengunjung pasar yang merasa terganggu,” kata Su’ud dengan logat Madura, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, pedagang burung yang berjualan di pasar Srimangunan berjumlah sekitar 45 orang. Mereka sudah tergabung dalam paguyuban dan berjualan setiap hari Selasa dan Sabtu.

”Dulu semua pedagang burung pernah di pindah ke pasar Margalela, tapi tak lama pindah lagi ke Srimangunan karena pasar sepi dan tidak pernah ada pembeli,” tuturnya.

Karena itu, warga asal Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang itu berharap agar dinas terkait bisa memberikan solusi yang baik. Apabila rencana pemindahan tersebut betul-betul akan dilaksanakan. Pemkab harus bisa menyediakan tempat yang stategis, nyaman dan ramai pengunjung.

”Tidak ada jaminan jika dagangan mereka akan ramai pembeli, kami berjualan untuk bisa menafkahi keluarga,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono menyampaikan, pihaknya sudah menyediakan tempat khusus di pasar Maragelela untuk pedagang burung berjualan. Rencana reloaksi pedagang dilakukan karena lokasi yang sebelumnya digunakan para pedagang di pasar Srimangunan berada di bawah tangga. Sehingga mengganggu akses pengunjung pasang.

”Jadi bukan hanya mengembalikan fungsi tangga, tapi juga membuat penataan pedagang di pasar itu lebih bangus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pasar Srimangunan masuk katagori pasar dengan kelas modern dan sehat. Oleh karena itu, pedagang unggas atau burung tidak boleh berjualan di pasar tersebut. Hal itu berdasarkan peraturan dalam program pasar sehat. Semua pedagang yang berjualan harus sesuai dengan kelas pasar.

”Kami tidak serta merta melakukan merelokasi pedagang sebelum menyediakan tempat dahulu, pedagang akan ditempatkan di belakang pasar, di situ ada lahan kosong yang bisa menampung semua pedagang baru,” terangya.

Pria asal Banyuwangi itu berharap agar rencana tersebut bisa mendapat dukungan dari warga atau pedagang. Sebab, rencana tersebut merupakan upaya pemkab untuk bisa menciptakan suasana di lingkungan pasar yang aman, nyaman, tertib, bersih, sehat.

”Kami hanya ingin agar penataan pedagang lebih bagus, kami tengah menyusun konsep pengelolaan pasar Margalela, kami yakin ke depan pasar itu ramai pengunjung atau pembeli,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.