Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. M. Muqaddas mengisi ngaji politik Pekan Ngaji 4 PP Mambaul Ulum, Bata-Bata, Pamekasan.

Pamekasan, (Media Madura) – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. M. Muqaddas menyatakan maraknya prilaku korupsi dikarenakan minimnya ilmu dan mengikisnya moral pejabat.

Hal itu disampaikan Muqaddas saat mengisi ngaji politik Pekan Ngaji 4 PP Mambaul Ulum, Bata-Bata, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dengan tema “Islam dan Kebangsaan; Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia”.

Di kesempatan itu, Muqaddas meminta para santri agar merubah paradigma politik Islam di Indonesia serta ikut berkontribusi memperbaiki citra politik Indonesia.

“Dalam Surah Ar-Ra’du Allah berfirman bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka merubah diri mereka sendiri, ayo mulai dari sekarang,” katanya, Senin (14/1/2019).

Ditambahkan oleh Muqoddas, Indonesia perlu segera diselamatkan dengan mencetak generasi yang unggul. Salah satu pusat regenerasi terbesar adalah pondok pesantren.

“Santri punya perananan besar khususnya santri Bata-bata,” ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan santri.

Sementara pemateri kedua Dr. Artidjo Alkostar, memaparkan kendala politik Islam di Indonesia, karena belum adanya contoh model, serta maraknya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Politik Islam di Indonesia, terkendala karena belum adanya contoh model yang tepat. Termasuk diantaranya maraknya berbagai jenis pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia,” katanya.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab pihaknya menilai kondisi tersebut justru akan memunculkan berbagai polemik berkepanjangan.

“Krisis HAM akan melahirkan gejolak sosial dan revolusi sosial, korupsi juga bagian dari pelanggaran HAM,” ungkapnya.

Reporter: Ahmad Rifqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.