Pelatih Madura United, Gomes de Oliviera

Media Madura – Madura United kalah dari Borneo FC dengan skor 1-2 pada laga pekan ke-23 Liga 1, di Stadion Gelora Ratu Pemalingan Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/9/2018).

Namun, pelatih Laskar Sape Kerrab, Gomes de Oliviera tetap optimistis timnya bisa bangkit di pertandingan selanjutnya.

Atas kekalahan ini, Madura United gagal menempel Persib Bandung di puncak klasemen. Saat ini, perolehan Madura United 36 poin.

Bagi Madura United, kekalahan ini merupakan kali pertama di kandang. “Kita kalah di kandang sendiri, sesuatu yang sudah lama tidak terjadi,” kata Gomes.

Kalah di kandang sendiri, menurut Gomes, sangat menyakitkan dan menyebut timnya layak mendapat lebih atas perjuangan yang ditunjukkan sepanjang pertandingan.

“Keinginan menang itu ada di dalam hati semua pemain, saya yakin sekali, tapi tidak terjadi untuk hari ini. Kesulitan untuk mencetak gol, tapi mereka berjuang. Saya lihat tidak ada pemain yang tidak berjuang,” ungkapnya.

Gomes merasa Madura United masih berada dalam penampilan baik dan kesempatan untuk meraih gelar juara musim ini tetap terbuka.

“Kita harus perbaiki semua hal ini bersama-sama, kita akan bicara dengan pemain. Mereka punya kemampuan, mereka punya segalanya untuk bisa tetap di papan atas,” ulasnya.

“Kita harus berubah keadaan yang tidak baik sekarang, karena kita kalah di kandang sendiri, pada momentum yang tidak boleh kalah di sisa 12 pertandingan, sekarang sisa 11 pertandingan,” tutur Gomes.

“Kita harus bayar hutang di kandang dan di luar kandang, kita harus menangkan pertandingan. Kita akan bicara dengan pemain,” terang pelatih asal Brasil tersebut.

Disinggung penyebab kekalahan dari Borneo karena absennya, Asep Berlian dan Zah Rahan, Gomes menolak. Menurutnya, ketiadaan Asep dan Zah Rahan tidak bisa dijadikan alasan kekalahan Madura United.

Kedua pemain langganan starter ini absen karena tengah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

“Saya pikir semua pemain adalah satu grup (tim.res) bukan karena dua pemain yang tidak main kita kalah, tapi Zah Rahan dan Asep itu pemain berkualitas sangat tinggi. Saya tidak bicara karena dua pemain itu kita kalah, tidak,” tegas.

Sementara pemain Madura United, Alfath Fatier mengaku sempat frustasi oleh solidnya pertahanan Borneo FC.

“Semua pemain sudah kerja maksimal, tapi apa boleh buat semua peluang demi peluang tidak masuk. Itu yang membuat para pemain frustasi,” tutupnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.