Elpiji 3 Kg langka

Pamekasan, (Media Madura) – Kasubag SDA Bagian Perekonomian Sekda Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Mohammad Sadik mengungkapkan, kelangkaan elpiji 3 kg di daerahnya karena ‘ulah’ di pangkalan.

Menurutnya, kelangkaan terjadi karena adanya kesalahan distribusi yang dilakukan oleh pangkalan elpiji ke konsumen. “Di pangkalan ini yang banyak main,” terang Muhammad Sadik, Rabu (5/9/2018).

Menurutnya, pangkalan elpigi resmi mustinya memampang papan nama pangkalan beserta harga eceran tertinggi pertabung sebesar Rp 16 Ribu.

“Kami selaku pemerintah hanya mengawasi dari peredarannya saja. Kalau terjadi kelangkaan elpigi kita hanya bekerja sama dengan migas, dengan agen atau langsung laporannya ke Pertamina Jatim,” ungkapnya.

Diakuinya, di Pamekasan banyak pangkalan elpiji resmi yang tidak mencantumkan harga di papan nama. Sehingga sangat memungkinkan terjadi permainan harga.

“Kalau harganya tercantum otomatis masyarakat tahu harga pertabung dari elpiji 3 kg ini, tidak ada permainan harga,” tambahnya.

Berdasrkan surat dari Menteri ESDM pasokan elpiji 3 kg di Pamekasan sendiri di tahun 2018 ini mengalami tambahan pasokan sebesar 19 ribu lebih. Lebih banyak dari tahun 2016 dan 2017.

“Seharusnya tidak ada kelangkaan elpiji di sini. Kalau, memang dari pihak pangkalan ini benar-benar melakukan binaan pada masyarakat,” jelasnya.

Dan dari pemda sendiri, ungkap Sadik, sudah ada perda yang mengatur tentang pemakaian elpiji 3 kg bersubdi untuk perhotelan dan rumah makan.

“Kalau perhotelan dan rumah makan besar ini tidak boleh menggunakan elpiji melon 3 kg yang bersubsidi. Tapi, harus menggunakan elpiji non subsidi,” pungkasnya

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.